6 Tanda Ibu Hamil Tidak Dianjurkan Puasa Ramadan

Sabtu 21-02-2026,04:55 WIB
Reporter : Admin
Editor : Novia Rochmawati

RADARPEKALONGAN.CO.ID – Menjalani puasa Ramadan saat hamil memerlukan perhatian khusus karena kondisi tubuh ibu dan janin membutuhkan asupan nutrisi yang cukup. Meski sebagian ibu hamil merasa mampu berpuasa, ada beberapa kondisi yang menjadi tanda bahwa puasa sebaiknya tidak dilanjutkan. Mengenali tanda-tanda ini penting agar ibu hamil tidak memaksakan diri dan tetap mengutamakan keselamatan.

Berikut 6 tanda ibu hamil tidak dianjurkan menjalani puasa Ramadan berdasarkan pertimbangan kesehatan.

1. Merasa Sangat Lemas dan Pusing Berkepanjangan. 

Rasa lemas berlebihan yang disertai pusing berkepanjangan merupakan tanda awal tubuh tidak mampu beradaptasi dengan puasa. Kondisi ini bisa disebabkan oleh turunnya kadar gula darah atau tekanan darah yang tidak stabil. Jika ibu hamil merasa sulit beraktivitas atau sering berkunang-kunang, sebaiknya puasa dihentikan.

2. Mengalami Dehidrasi. 

Dehidrasi menjadi salah satu kondisi yang berbahaya bagi ibu hamil. Tanda dehidrasi meliputi jarang buang air kecil, warna urine lebih gelap, mulut kering, serta tubuh terasa lemah. Kekurangan cairan dapat memengaruhi suplai nutrisi dan oksigen ke janin sehingga puasa tidak dianjurkan untuk dilanjutkan.

3. Mual dan Muntah yang Semakin Parah. 

Pada sebagian ibu hamil, puasa dapat memperparah keluhan mual dan muntah, terutama di trimester awal. Jika muntah terjadi berulang kali dan membuat ibu sulit makan serta minum, kondisi ini berisiko menyebabkan kekurangan nutrisi. Dalam situasi ini, tenaga medis biasanya menyarankan ibu hamil untuk tidak berpuasa.

4. Penurunan Berat Badan Selama Puasa. 

Berat badan ibu hamil seharusnya mengalami peningkatan seiring bertambahnya usia kehamilan. Jika selama puasa justru terjadi penurunan berat badan, hal ini menandakan asupan nutrisi tidak tercukupi. Kondisi tersebut dapat berdampak pada pertumbuhan janin dan menjadi alasan kuat untuk menghentikan puasa.

5. Memiliki Riwayat Penyakit atau Kehamilan Berisiko. 

Ibu hamil dengan kondisi medis tertentu seperti anemia, diabetes gestasional, tekanan darah tinggi, atau riwayat kehamilan berisiko tidak dianjurkan menjalani puasa. Puasa dapat memengaruhi kestabilan kondisi tubuh dan meningkatkan risiko komplikasi apabila tidak diawasi secara ketat.

6. Kontraksi Ringan atau Nyeri Perut yang Tidak Biasa. 

Munculnya kontraksi ringan atau nyeri perut yang tidak biasa saat puasa juga perlu diwaspadai, terutama pada trimester akhir. Kondisi ini bisa berkaitan dengan kelelahan atau kurangnya asupan cairan. Jika keluhan terus berlanjut, ibu hamil sebaiknya segera beristirahat dan tidak melanjutkan puasa.

Tenaga kesehatan menekankan bahwa keputusan berpuasa selama kehamilan sebaiknya selalu didasarkan pada kondisi kesehatan masing-masing ibu. Konsultasi dengan dokter atau bidan sebelum dan selama Ramadan sangat dianjurkan agar ibu hamil mendapatkan saran yang tepat. Pemeriksaan rutin membantu memastikan puasa tidak membahayakan kesehatan ibu dan janin.

Kategori :