KAJEN - Masa pandemi Covid-19 ternyata tidak semua UMK ambruk maupun mengalami penurunan pesanan. Bahkan pandemi Covid-19 membawa keberuntungan. Itu dirasakan perajin bambu di Desa Jagung Kecamatan Kesesi. Hingga saat ini para pengrajin tetap bisa bertahan bahkan banyak pesanan. Hal itu dibenarkan perajin bambu asal Desa Jagung Kecamatan Kesesi, Eko Setiyanto, Selasa (09/03/2021).
Diterangkan Eko, sebelum virus Corona mewabah ia hanya memproduksi miniatur Kincir air, lampu hias dan kerajinan dari bahan baku bambu. Sekarang ini, perajin mulai merambah untuk pembuatan kursi, gazebo bahkan pagar yang semuanya berbahan baku dari bambu.
Diakui, dengan mulai dikenalnya produk kerajinan bambu tersebut kini ia mulai banyak pesanan baik lokal ataupun daerah tetangga seperti Pemalang dan Kabupaten Batang. Sedangkan untuk bahan baku bambu, karena harus memiliki ciri khusus perajin harus mendatangkan dari wilayah Kecamatan Paninggaran karena bambu di wilayah sekitar sudah mulai berkurang.
"Alhamdulillah meskipun ada corona tidak begitu berdampak pada produksi, bahkan akhir akhir ini pesanan mulai meningkat. Adapun pesanan saat ini tidak hanya miniatur kuncir air, namun kursi, gazebo dan pagar sudah banyak, " ungkapnya.
Diakui, untuk produk kursi, gazebo, lampu hias dan pagar terbuat dari bambu saat ini guna memenuhi permintaan pesanan masyarakat. Selain itu juga untuk pengembangan dan pemberdayaan teman temanya yang menjadi imbas corona. Sebab dampak corona kemarin banyak teman temanya yang menganggur.
"Karena kami produksi sendiri dibantu teman teman harga cukup terjangkau. Seperti Kincir air harga dari Rp 300 ribu sampai Rp 1,5 juta. Begitu pula harga kursi dari Rp 300 sampai Rp 2 juta, sedangkan untuk gazebo menyesuaikan ukuran besar ataupun kecil. Ada yang Rp 1 juta bahkan sampai Rp 3 juta, " terangnya.
Sedangkan untuk saat ini, kata dia, jenis miniatur kincir air dan lampu hiasan juga masih ada pesanan seperti dari Kabupaten Batang. Adapun untuk pemesan biasanya mengetahui dari media sosial ataupun teman temanya.
"Untuk promosi alhamdulillah kami bisa memanfaatkan media sosial seperti Facebook. Kemudian juga melalui WA grup perajin atau lainya, " imbuhnya. (Yon)