Plt Bupati Pekalongan Sukirman Hadiri Rakor Forkopimda Jateng Bahas Kesiapan Mudik Lebaran

Senin 09-03-2026,20:03 WIB
Reporter : Rifki
Editor : Dony Widyo

RADARPEKALONGAN.CO.ID - Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pekalongan, Sukirman, mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Jawa Tengah terkait kesiapan menghadapi arus mudik Lebaran. Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Kota Semarang, Senin 9 Maret 2026.

Rapat koordinasi dipimpin oleh Ahmad Luthfi dan dihadiri jajaran Forkopimda dari berbagai daerah di Jawa Tengah. Selain para bupati dan wali kota, kegiatan ini juga melibatkan sejumlah pimpinan instansi vertikal serta perwakilan BUMN.

Dalam forum tersebut, sejumlah paparan disampaikan oleh berbagai pihak, di antaranya Wakil Gubernur Jawa Tengah, Ketua DPRD Jawa Tengah, Kapolda, Pangdam, Kajati, Ketua Pengadilan Tinggi Jawa Tengah, Pengadilan Tinggi Agama Jawa Tengah, Kabinda Jateng, Perum Bulog Jawa Tengah, hingga Pertamina.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menekankan bahwa perayaan Idul Fitri merupakan agenda tahunan yang selalu diikuti dengan meningkatnya mobilitas masyarakat. Oleh karena itu, pemerintah daerah diminta mempersiapkan berbagai aspek pelayanan secara matang.

Ia juga mengingatkan adanya surat edaran dari Menteri Dalam Negeri yang meminta para kepala daerah tetap berada di wilayahnya masing-masing pada H-7 hingga H+7 Lebaran. Hal tersebut bertujuan agar pelayanan publik serta pengawasan di daerah tetap berjalan optimal selama masa mudik dan arus balik.

Menurutnya, Provinsi Jawa Tengah memiliki peran penting dalam pergerakan pemudik secara nasional. Posisi geografis Jawa Tengah yang berada di jalur penghubung antara wilayah barat dan timur Pulau Jawa menjadikannya salah satu titik utama perlintasan masyarakat yang melakukan perjalanan mudik.

“Diperkirakan sekitar 17,7 juta orang akan masuk ke wilayah Jawa Tengah melalui berbagai moda transportasi. Tahun lalu jumlahnya sekitar 13 juta, sehingga tahun ini ada peningkatan cukup signifikan,” ujar Ahmad Luthfi.

Dengan meningkatnya jumlah pemudik, pemerintah daerah diminta meningkatkan kesiapan infrastruktur, khususnya kondisi jalan yang menjadi jalur utama perjalanan masyarakat. Saat ini, jalan provinsi di Jawa Tengah tercatat sekitar 95 persen berada dalam kondisi mantap.

Ia meminta pemerintah kabupaten dan kota memastikan kesiapan jalan di wilayah masing-masing, terutama pada jalur yang menjadi lintasan pemudik. Jika masih ditemukan ruas jalan yang kurang layak, pemerintah daerah diminta segera melakukan perbaikan atau melaporkannya agar bisa ditangani bersama.

Selain infrastruktur, stabilitas harga bahan pokok juga menjadi perhatian utama menjelang Hari Raya Idul Fitri. Ahmad Luthfi menyebutkan bahwa tingkat inflasi di Jawa Tengah saat ini berada di kisaran 2,72 persen dan masih tergolong terkendali.

Meski demikian, pemerintah daerah tetap diminta melakukan pemantauan secara rutin terhadap ketersediaan dan harga kebutuhan pokok di pasar. Menurutnya, keseimbangan antara ketersediaan stok dan keterjangkauan harga sangat penting untuk mencegah terjadinya kelangkaan barang maupun kepanikan masyarakat.

Lebih lanjut, gubernur juga meminta para kepala daerah bersama Forkopimda di tingkat kabupaten dan kota menggelar rapat koordinasi serupa di daerah masing-masing sebagai langkah antisipasi menjelang Lebaran.

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sendiri saat ini telah melaksanakan berbagai langkah pengendalian harga, salah satunya melalui operasi pasar. Hingga saat ini, tercatat lebih dari 300 kegiatan operasi pasar telah digelar di berbagai wilayah guna menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok.

Ia berharap pemerintah daerah juga aktif menggelar operasi pasar di wilayahnya masing-masing dengan fokus pada bahan pokok penting, sehingga masyarakat dapat memenuhi kebutuhan Lebaran tanpa mengalami lonjakan harga yang signifikan.

Tags :
Kategori :

Terkait