*Ditemukan 11 Klaster Rumah Tangga, 3 Klaster Perkantoran, dan 1 Klaster Pasar
KAJEN - Di era kebiasaan hidup baru, kasus Covid-19 di Kabupaten Pekalongan trennya meningkat cukup signifikan. Dalam lima hari terakhir, ada penambahan 28 kasus terkonfirmasi Covid-19 di Kota Santri.
Hingga Minggu (20/9/2020), berdasarkan data Dinas Kesehatan setempat secara akumulasi terdapat 164 kasus terkonfirmasi Covid-19. Dengan rincian, 16 orang dirawat, 87 orang sembuh, 49 orang menjalani isolasi mandiri, dan 12 orang meninggal dunia.
"Untuk data terakhir semalam yang saya dapatkan dari Balai Laboratorium Kesehatan di Semarang, ada penambahan menjadi 164 kasus. Yang sembuh juga meningkat ada 87 kasus. Ini patut kita syukuri angka kesembuhannya," kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan Setiawan Dwiantoro, Minggu (20/9/2020), disela-sela kegiatan rapid test gratis di Taman Boulevard, Kota Kajen.
Meski angka kesembuhan meningkat, lanjut dia, angka kasus masih meningkat. Bahkan, eskalasi peningkatannya cukup signifikan.
"Ini harus dicermati dan diwaspadai bersama jika pandemi ini belum selesai. Ayo masyarakat bersama-sama menerapkan protokol kesehatan, yakni gerakan 3M (memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak)," ujar Wawan.
Menurutnya, penambahan kasus Covid-19 di Kabupaten Pekalongan sebagian besar dari hasil tracking temuan kasus sebelumnya. "Kita mengutamakan hasil tracking, sehingga tidak terjadi penyebaran yang lebih luas. Hasil tracking ini selalu kita kembangkan," ujar dia.
Dijelaskan, di Kabupaten Pekalongan kasus terbanyak berasal dari klaster rumah tangga. Menurutnya, ada 11 klaster rumah tangga di Kota Santri. Dalam satu keluarga, kata dia, paling banyak ada lima orang yang terkonfirmasi Covid-19. Selain itu, lanjut dia, ada pula klaster perkantoran dan klaster pasar. Klaster perkantoran ada tiga, yakni di DPU, Dinas Kesehatan, dan DPRD.
"Klaster pasar hanya satu, yakni di Pasar Wiradesa. Berkembang ada empat kasus. Itu yang sedang kita tracking terus," katanya.
Dikonfirmasi informasi jika ada anggota Polri yang terpapar virus corona, Wawan juga membenarkannya. (had)