BATANG, RADARPEKALONGAN.CO.ID – Lonjakan pernikahan terjadi signifikan pada momen Hari Raya Idulfitri di Kecamatan Batang. Tercatat sebanyak 101 pasangan melangsungkan akad nikah saat Lebaran, meningkat tajam dibandingkan rata-rata bulanan.
Kepala KUA Kecamatan Batang, Ali Fatkhur, mengungkapkan bahwa jika mengacu pada data tahun lalu, total pernikahan mencapai 820 pasangan dalam setahun.
“Kalau dirata-rata, per bulan sekitar 68 pasangan. Sementara saat Lebaran mencapai 101 pasangan, artinya ada kenaikan sekitar 48 persen,” jelasnya saat diwawancarai Radar Pekalongan, Selasa 31 Maret 2026.
BACA JUGA:Pertumbuhan Ekonomi Batang Tembus 7,79 Persen di Tahun 2025, Tertinggi Kedua se-Jateng
BACA JUGA:Pemkab Batang Siapkan Sejumlah Agenda Besar untuk Rayakan HUT ke-60, dari Hiburan hingga Rekor Muri
Menurutnya, peningkatan ini dipengaruhi oleh momentum Lebaran yang identik dengan kebersamaan keluarga besar, sehingga banyak pasangan memilih waktu tersebut untuk melangsungkan pernikahan.
Sebaliknya, selama bulan Ramadan angka pernikahan justru cenderung rendah. Tercatat hanya 11 pasangan yang menikah, karena masyarakat lebih fokus menjalankan ibadah puasa.
Ali menambahkan, tren ini bersifat musiman. Setelah Lebaran, jumlah pernikahan biasanya menurun sebelum kembali meningkat pada bulan-bulan tertentu dalam kalender Hijriah seperti Dzulhijjah, Safar, dan Rabiul Akhir.
Meski jumlah pernikahan meningkat, pelaksanaan akad di kantor KUA masih tergolong rendah. Hanya sekitar 10 persen pasangan yang memilih menikah di KUA, sementara mayoritas lebih memilih menggelar akad di rumah karena faktor kebiasaan dan persepsi masyarakat.
Dengan tren yang terus berulang setiap tahun, Lebaran tidak hanya menjadi momen silaturahmi, tetapi juga menjadi waktu favorit masyarakat untuk memulai kehidupan rumah tangga. (Nov)