PEKALONGAN, RADARPEKALONGAN.CO.ID – Koperasi Simpan Pinjam dan Pembiayaan Syariah (KSPPS) KOPENA terus memperkokoh posisinya sebagai pilar ekonomi kerakyatan di Pekalongan. Memasuki tahun usaha 2026, koperasi para pemuda buana ini mengusung optimisme tinggi dengan melakukan transformasi digital dan ekspansi unit bisnis.
Ketua Kopena, M. Sufi Akbar SE, menegaskan bahwa inti bisnis Kopena tetap pada simpanan dan pembiayaan berbasis syariah yang kokoh. Sepanjang tahun 2025, Kopena mencatatkan prestasi gemilang dengan melayani pembiayaan anggota dengan total volume usaha jasa mencapai Rp55.788.950.187. "Alhamdulillah, Kopena mampu melayani pembiayaan anggota dengan maksimal," ucapnya disela-sela acara RAT di Gedung Djunaid, kemarin. Menanggapi perlambatan ekonomi nasional, khususnya di Jawa Tengah, Kopena mengambil langkah strategis untuk menekan risiko usaha dan menangani negative spread. Caranya adalah dengan melakukan penyertaan modal pada sejumlah anak perusahaan produktif. "Kami melakukan penyertaan modal di beberapa unit bisnis seperti PT Barokah Investasi Kopena (Albaika), PT Buana Gadai Syariah (Bugas) yang melayani gadai emas, hingga merambah ke franchise Indomaret," ungkap M. Sufi Akbar. Tak hanya itu, Kopena juga mengakselerasi program IT melalui aplikasi KOPENAGo. Aplikasi ini tidak hanya berfungsi sebagai alat cek saldo atau mutasi, tetapi kini telah menjadi multi-biller yang melayani pembayaran PLN, BPJS, pulsa, hingga top-up saldo Shopee Pay selama 24 jam penuh. Dukung Program Strategis Presiden Prabowo Menyongsong target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,4 persen di tahun 2026, Kopena siap menangkap peluang investasi di Kawasan Industri Batang dan Pekalongan. M. Sufi Akbar menyebutkan bahwa Kopena akan ikut ambil bagian dalam program prioritas pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo. "Kopena akan berperan serta mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan penyediaan perumahan subsidi (FLPP) untuk kepemilikan rumah pertama bagi masyarakat," jelasnya. Dalam memaparkan rencana kerja 2026, Kopena menetapkan beberapa poin krusial untuk memperkuat kemandirian ekonomi anggota: Diantaranya ekspansi digital dengan memperluas kemitraan biller pada sistem KopenaGo demi akselerasi ekonomi digital Indonesia 2030. Kemudian meningkatkan meningkatkan penyaluran pembiayaan ke sektor riil, termasuk hilirisasi industri batik lokal dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian. Melakukan pemberdayaan lokal dengan menjalin kemitraan dengan pemerintah maupun swasta untuk meningkatkan produktivitas sumber daya lokal. Serta menjalin koneksi anggota dengan menggerakkan partisipasi anggota melalui konsep silaturahmi dan gathering untuk pengenalan produk syariah secara lebih dekat. Melalui langkah-langkah strategis ini, KSPPS Kopena berharap dapat membantu mengurangi angka pengangguran serta meningkatkan kapasitas kelas menengah di Pekalongan dan sekitarnya melalui penguatan rantai pasok pangan dan industri kreatif. (dur)Gebrakan Ekonomi Syariah! Kopena Targetkan Pertumbuhan 2026 Lewat Digitalisasi dan Dukung Program MBG Prabowo
Kamis 02-04-2026,21:43 WIB
Reporter : Abdurrahman
Editor : Abdurrahman
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Sabtu 04-04-2026,21:42 WIB
5 Merk Sunscreen yang Cocok untuk Kulit Kusam, Cerah Secara Instan
Sabtu 04-04-2026,19:27 WIB
Bayar PBB Tanpa Ribet di Super Apps BRImo, Dapat Cashback hingga 13%
Sabtu 04-04-2026,16:09 WIB
Tangani Banjir Demak, Ahmad Luthfi Koordinasikan Penanganan Dari Hulu hingga Hilir
Sabtu 04-04-2026,22:42 WIB
4 Moisturizer dari Brand Lokal yang Bagus untuk Mencerahkan Kulit Kusam
Terkini
Minggu 05-04-2026,07:04 WIB
Curi RX King di Karangdadap, Aksi Terekam CCTV! Pelaku Dibekuk Resmob Polres Pekalongan di Jakarta
Sabtu 04-04-2026,22:42 WIB
4 Moisturizer dari Brand Lokal yang Bagus untuk Mencerahkan Kulit Kusam
Sabtu 04-04-2026,21:42 WIB
5 Merk Sunscreen yang Cocok untuk Kulit Kusam, Cerah Secara Instan
Sabtu 04-04-2026,19:27 WIB