Sementara itu, Wakil Bupati Batang, Suyono, mengakui adanya sejumlah laporan mengenai gesekan di tempat kerja. Namun, menurut catatannya, sebagian besar kasus bermula dari komunikasi yang kurang beretika, bukan semata-mata tindak pelecehan berat.
"Ya ada beberapa, tapi itu bisa diselesaikan di perusahaan. Karena ya sebatas orang misalkan ngeplak, tidak dengan mengucapkan 'mohon maaf', itu menjadi persoalan," ungkap Suyono.
Di luar upaya perbaikan iklim kerja, Suyono juga memaparkan rencana besar Pemerintah Kabupaten Batang untuk memperkuat ekosistem KITB. Pembangunan super blok yang mencakup hotel dan pusat perbelanjaan di sekitar Hutan Kota tengah dimatangkan.
Langkah ini diharapkan mampu menyerap kebutuhan akomodasi para manajer dan investor yang datang dari luar daerah.
"Kami pemerintah daerah sesungguhnya sudah berpikir ke arah itu, agar jangan sampai investor dan para karyawan dari luar kota itu menginap di luar, biar di Batang saja karena ada hotel lebih dekat," pungkasnya.