KAJEN, RADARPEKALONGAN.CO.ID - Warga Dukuh Jambangan, Desa Batursari, Kecamatan Talun, Kabupaten Pekalongan mengeluhkan banyaknya lalat muncul di wilayah pemukiman mereka.
Serbuan lalat yang meresahkan ini diduga berasal dari kandang ayam di desa itu. Masyarakat pun mengadukan persoalan itu ke pemilik kandang.
Menyikapi keluhan warga, polisi bergerak cepat. Melalui mediasi yang dipimpin langsung Kapolsek Talun Iptu Heru Santoso, permasalahan tersebut berhasil diselesaikan secara musyawarah, Jumat, 17 April 2026.
Kapolsek Talun Iptu Heru Santoso bersama jajaran mendatangi lokasi usai menerima laporan warga sekitar pukul 10.00 WIB.
"Warga Jambangan di Desa Batursari ini mengeluhkan banyaknya lalat yang diduga berasal dari kandang ayam petelur milik Harjo dengan populasi sekitar 9.000 ekor," terang Kapolsek Talun, Iptu Heru.
Sekitar pukul 14.00 WIB, aparat kepolisian melakukan pengecekan langsung ke dua kandang ayam sekaligus memfasilitasi mediasi antara pemilik kandang dan perwakilan warga di rumah Subiyanto alias Kasbek.
Dalam kegiatan tersebut turut hadir unsur kepolisian dan pemerintah desa, di antaranya Kasium Polsek Talun Aipda Rudiyanto, Kanit Intelkam Aiptu Ali Sodikin, Bhabinkamtibmas Aiptu Bejo Siswanto, Kepala Desa Batursari Titik Sumarlin, perangkat desa, serta perwakilan warga.
Dari hasil pengecekan, diketahui sumber utama munculnya lalat berasal dari keterlambatan pembersihan kotoran ayam di kandang. Kondisi tersebut memicu berkembangnya lalat hingga mengganggu kenyamanan warga sekitar.
"Atas permasalah yang ada, kami melakukan mediasi dengan mempertemukan para pihak. Alhamdulillah akhirnya tercapai kesepakatan antara warga dan pemilik kandang," kata dia.
Dalam mediasi itu, warga meminta pemilik kandang meningkatkan kebersihan dengan membersihkan kotoran ayam secara rutin serta menambah tenaga kerja khusus. Permintaan tersebut disetujui oleh pemilik kandang.
"Pemilik kandang menyatakan kesediaannya untuk melakukan pembersihan kotoran ayam setiap empat hari hingga satu minggu sekali," ujar dia.
Selain itu, pemilik kandang juga akan menambah dua karyawan khusus untuk penanganan kebersihan kandang serta melakukan penyemprotan obat pembasmi lalat di area peternakan.
Kapolsek Talun Iptu Heru menegaskan, kehadiran polisi dalam permasalahan ini bertujuan menjaga kondusifitas wilayah serta memastikan setiap persoalan masyarakat dapat diselesaikan secara dialogis.
Permasalahan serupa diketahui pernah terjadi sebelumnya pada Desember 2025. Warga pun mengingatkan, apabila gangguan lalat kembali terulang, mereka akan meminta agar usaha kandang ayam tersebut ditutup.