Program Seragam Gratis di Batang Belum Libatkan Semua Penjahit Rumahan, Andalkan Pesanan Pribadi

Selasa 07-07-2026,11:31 WIB
Reporter : Dony Widyo
Editor : Dony Widyo

Meski order pribadi cukup banyak, Sriana mengaku belum pernah mendapat informasi maupun pesanan resmi dari program seragam gratis Pemkab Batang.

"Saya malah tidak tahu informasinya. Teman-teman penjahit juga sempat bertanya-tanya, kok tidak tahu informasi itu dari mana," tuturnya.

Menurutnya, apabila program tersebut melibatkan penjahit lokal secara lebih luas, hal itu akan menjadi peluang baik bagi pelaku usaha kecil. Namun, ia menyadari kapasitas produksinya terbatas sehingga harus menyesuaikan kemampuan.

Di balik kesibukannya menjahit, Sriana menyimpan mimpi lebih besar. Ia berharap suatu saat mampu mendirikan usaha konveksi untuk membuka lapangan pekerjaan bagi ibu-ibu di lingkungannya.

"Saya ingin punya konveksi sendiri. Jadi ibu-ibu di sekitar sini bisa ikut bekerja. Saya punya banyak relasi sekolah maupun pelanggan, mudah-mudahan nanti bisa berkembang. Memang kendalanya masih di modal," tutupnya.

Pelibatan Penjahit Lokal Dinilai Kunci

Suara kedua penjahit ini menggambarkan bahwa program seragam gratis tidak hanya berdampak pada dunia pendidikan, tetapi juga membawa harapan bagi pelaku UMKM jasa jahit di Kabupaten Batang.

Mereka berharap keterlibatan penjahit lokal dalam pengadaan seragam dapat diperluas dengan informasi yang lebih terbuka dan mekanisme yang menjangkau lebih banyak pelaku usaha kecil.

Jika hal tersebut terwujud, program seragam gratis tidak hanya meringankan beban orang tua siswa, tetapi juga mampu menjadi penggerak ekonomi masyarakat melalui pemberdayaan penjahit rumahan yang selama ini menjadi bagian penting dari industri kecil di Kabupaten Batang.

Kategori :