Hari Ini MPLS Digelar, Disdikbud Batang Pastikan Bebas Perpeloncoan dan Aksi Senioritas

Senin 13-07-2026,09:56 WIB
Reporter : Dony Widyo
Editor : Dony Widyo

BATANG - Memasuki tahun ajaran baru 2026/2027, para peserta didik baru di Kabupaten Batang resmi menjalani hari pertama sekolah pada hari ini, Senin (13/7/2026).

Pemerintah Kabupaten Batang melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) memastikan bahwa kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) berlangsung secara aman, nyaman, dan tanpa unsur kekerasan maupun perpeloncoan.

Kepala Disdikbud Batang, Bambang Suryantoro Sudibyo, menegaskan bahwa praktik perpeloncoan yang kerap membebani fisik dan mental siswa sudah tidak lagi mendapat tempat di dunia pendidikan saat ini.

Pihaknya berkomitmen untuk menghilangkan budaya senioritas yang tidak relevan dalam proses adaptasi siswa baru.

BACA JUGA:Proses Seleksi Dua Jabatan Eselon II di Batang Memasuki Tahap Verifikasi, Target Dilantik Akhir Juli

BACA JUGA:Disdikbud Batang Pastikan Tak Ada Merger SD Negeri, Akses Pendidikan di Desa Jadi Prioritas

"Kami sudah menginstruksikan kepada seluruh sekolah agar MPLS benar-benar dimaknai sebagai masa perkenalan, bukan ajang pembuktian kemampuan fisik. Kami sudah menekankan larangan ini sejak beberapa tahun lalu dan akan terus kami kawal," ujarnya saat ditemui di kantornya, Kamis (9/7/2026) lalu.

Lebih lanjut, Bambang menjelaskan bahwa esensi MPLS adalah untuk memperkenalkan lingkungan sekolah, fasilitas, serta tata tertib yang berlaku, tanpa adanya beban tugas fisik yang memberatkan.

Pihaknya telah mewajibkan setiap sekolah untuk merancang kegiatan yang edukatif dan ramah anak, guna memberikan kesan positif bagi siswa yang baru menjejakkan kaki di lingkungan pendidikan yang lebih tinggi.

Tak hanya fokus pada pelarangan tindak kekerasan, Disdikbud Batang juga mendorong para guru dan kepala sekolah untuk proaktif mendata kondisi kesehatan siswa.

Kebijakan ini diambil sebagai langkah antisipasi mengingat aktivitas ringan seperti upacara bendera atau latihan baris-berbaris pun memiliki risiko tersendiri bagi siswa dengan kondisi fisik tertentu.

Dalam arahannya, Bambang sempat berbagi pengalaman pribadinya untuk menekankan pentingnya komunikasi dua arah antara pihak sekolah dan murid.

Bambang meminta agar pendidik tidak ragu menanyakan kondisi kesehatan atau keterbatasan fisik yang dimiliki siswa sejak hari pertama.

"Saya sendiri pernah merasakan bahwa tidak semua orang kuat diajak berlari. Karena itu, guru dan kepala sekolah wajib menanyakan secara langsung kekurangan atau keluhan kesehatan kepada murid. Dengan begitu, kejadian seperti pingsan saat upacara bisa kita cegah sejak dini," pungkasnya.

Sebagai nilai tambah dalam pengawasan tahun ini, Disdikbud Batang juga akan menerjunkan tim pemantau ke sejumlah sekolah selama masa MPLS berlangsung. Orang tua murid pun diimbau untuk aktif berkoordinasi dengan wali kelas guna menyampaikan riwayat kesehatan anak.

Kategori :