Pemkab Batang Genjot Infrastruktur Sanitasi dan Air Bersih

Senin 13-07-2026,11:39 WIB
Reporter : Dony Widyo
Editor : Dony Widyo

BATANG – Pemerintah Kabupaten Batang melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU PR) terus mengakselerasi pembangunan infrastruktur dasar di bidang sanitasi dan permukiman.

Langkah ini menjadi prioritas untuk menekan angka kemiskinan sekaligus mewujudkan visi misi daerah 2025-2029, khususnya misi ke-7 tentang percepatan penurunan kemiskinan yang inklusif dan berkeadilan sosial.

Kepala DPU PR Kabupaten Batang, Endro Suryono, mengatakan bahwa pembangunan infrastruktur tidak hanya difokuskan pada proyek berskala besar.

Pemenuhan kebutuhan dasar seperti air bersih dan fasilitas MCK yang layak bagi warga kurang mampu juga menjadi perhatian utama.

BACA JUGA:Hari Ini MPLS Digelar, Disdikbud Batang Pastikan Bebas Perpeloncoan dan Aksi Senioritas

BACA JUGA:Jembatan Menuju Pantai Jodo Dipastikan Dibangun Tahun Ini, Kepala DPUPR Batang: Sudah Masuk Lelang

Hingga pertengahan tahun anggaran berjalan, sejumlah proyek strategis telah menunjukkan progres signifikan. Di sektor air minum, proyek Perluasan SPAM Jaringan Perpipaan (PAMSIMAS) di Desa Jambangan, Kecamatan Bawang, senilai Rp150 juta dan Desa Keteleng, Kecamatan Blado, senilai Rp100 juta telah rampung 100 persen. Masing-masing proyek melayani 25 Sambungan Rumah (SR).

Proyek serupa di Desa Surjo, Kecamatan Bawang, dengan nilai kontrak Rp395,71 juta, mencapai progres 99,70 persen untuk 39 SR. Sementara itu, pembangunan di Desa Kalisari, Kecamatan Blado, dengan kontrak Rp394,75 juta, telah menyentuh angka 97,22 persen bagi 13 SR.

Di bidang sanitasi, pembangunan SPALD Setempat Skala Individu (Tangki Septik Individual) oleh TPS KSM Sanitasi juga dikebut di empat kecamatan. Masing-masing proyek dialokasikan dana Rp320 juta.

Progres fisiknya tercatat: Desa Candi, Kecamatan Bandar (84,6%), Desa Donorejo, Kecamatan Limpung (82,0%), Desa Tembok, Kecamatan Limpung (78,3%), serta Desa Pecalungan, Kecamatan Pecalungan (50,9%).

Endro menegaskan bahwa pembangunan ini menyasar langsung kebutuhan dasar masyarakat, terutama warga kurang mampu, dan sejalan dengan program prioritas kepala daerah dalam pengentasan kemiskinan struktural.

Selain sanitasi dan air bersih, pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan juga terus digalakkan. Endro memastikan penentuan lokasi pembangunan dilakukan berdasarkan skala prioritas yang berdampak langsung pada akses pendidikan, kesehatan, dan perekonomian masyarakat.

“Yang jelas itu kita pastikan banyak yang akses untuk pendidikan, kesehatan, perekonomian, itu yang kita utamakan,” ujarnya.

Dengan integrasi pembangunan jalan, sanitasi, dan air bersih, Kabupaten Batang diharapkan mampu menjadi kawasan mandiri dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045.

Kategori :