KAJEN, RADARPEKALONGAN.CO.ID - Demi membantu para UMKM di Pekalongan dan sekitarnya, para content creator dan pegiat bisnis online di Kota dan Kabupaten Pekalongan menginisiasi pembentukan Program Digital Talent Academy.
"Kami sering bertemu dengan banyak pelaku UMKM khususnya ibu-ibu yang jualan di tepi jalan, di rumah-rumah, mereka punya keterbatasan untuk memanfaatkan piranti digital dan sosial media yang berkembang pesat," ujar Manager Program Digital Talent Academy, Diyah Isti Shalihah, dalam acara Sharing Bisnis seri 3 di Kafe Teman Cerita, Wonopringgo, Senin sore, 13 Juli 2026.
Diyah yang juga seorang content creator dan aktif mendampingi UMKM menjelaskan, jangankan membuat video, mengedit atau mengupload content di medsos, untuk menawarkan produknya saja banyak UMKM yang masih malu dan tidak berani.
"Dibutuhkan banyak sekali talent yang mau ngajari bahkan untuk hal-hal sederhana, berani mempromosikan produknya ke sosial media," kata dia.
Baca juga:Seleksi JPT Pratama Kabupaten Pekalongan Rampung, Sekda Pastikan Nama-Nama Sudah Muncul
Digital Talent Acadamy, kata dia, adalah program yang akan merekrut para talent digital baik content creator, editor video, internet marketing, digital advertising yang akan disalurkan kepada UMKM yang membutuhkan.
"Kita akan gelar pelatihan ke berbagai sekolah, kampus, yang hasilnya akan kita dorong untuk membantu UMKM atau corporate yang membutuhkan," ujarnya.
Founder Bigbrand Indonesia, Muhammad Burhan, menambahkan, Digital Talent Academy muncul karena permasalahan di lapangan dimana banyak pelaku UMKM yang bahkan teknis berbicara di depan kamera atau sekedar mempromosikan produknya saja tidak berani.
"Tiga tahun terakhir kami memang aktif mendampingi UMKM di Kota dan Kabupaten Pekalongan, Batang dan Pemalang, selain akses modal, akses pemasaran juga terbatas," ungkapnya.
Akses pemasaran meliputi tidak hanya kemampuan teknis tapi juga mental dan mindset yaitu keberanian untuk mempromosikan produk atau jasa mereka.
"Banyak yang bisa bikin produk, tapi tidak banyak yang berani massif mempromosikan," ujarnya.
Bigbrand Indonesia rutin menggelar sharing bisnis dengan mengundang berbagai pelaku usaha di Kota dan Kabupaten Pekalongan untuk diskusi secara intens hingga menghasilkan rekomendasi berupa kolaborasi kegiatan untuk menggerakkan ekonomi.
"Alhamdulillah sudah tiga putaran, putaran pertama menghasilkan kolaborasi usaha di bidang transportasi batik, yang kedua di bidang properti dan yang ketiga ini adalah program untuk melatih pelajar untuk mau ikut bergerak membantu UMKM dalam pemasaran digital," katanya.