Mahasiswa Diajak Lawan Hoaks dan Bijak Gunakan AI

Rabu 15-07-2026,16:23 WIB
Reporter : Hadi Waluyo
Editor : Dony Widyo

KAJEN, RADARPEKALONGAN.CO.ID – Tantangan generasi muda di era digital bukan lagi sekadar menghadapi derasnya arus informasi, tetapi juga perang narasi, hoaks, hingga penyalahgunaan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Karena itu, mahasiswa diminta menjadi pelopor literasi digital sekaligus penjaga persatuan bangsa.

Hal tersebut mengemuka dalam Forum Kebangsaan yang menjadi rangkaian Musyawarah Cabang (Musycab) XVIII Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM) Pekalongan Raya di Aula Gedung Rektorat Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan (UMPP), Senin, 13 Juli 2026.

Kapolres Pekalongan AKBP Rachmad C. Yusuf menegaskan, ancaman keamanan saat ini telah bergeser dari kejahatan konvensional menuju kejahatan siber yang memanfaatkan perkembangan teknologi digital.

"Mahasiswa harus mampu menjadi pelopor literasi digital dengan menerapkan prinsip saring sebelum sharing. Jangan mudah mempercayai maupun menyebarkan informasi yang belum terverifikasi karena dapat memicu keresahan di masyarakat," tegas AKBP Rachmad.

Baca juga:Dandim Pekalongan di Muscab IMM: Wawasan Kebangsaan Adalah Kompas Generasi Muda di Era Digital

Menurutnya, mahasiswa memiliki posisi strategis sebagai agen perubahan yang mampu menciptakan ruang digital yang sehat melalui penyebaran informasi yang benar dan bertanggung jawab.

Selain hoaks, Kapolres juga mengingatkan masyarakat agar lebih waspada terhadap berbagai modus penipuan daring yang kini semakin berkembang, termasuk pola triangle fraud yang memanfaatkan transaksi di platform digital.

Ia mencontohkan adanya kasus penipuan transaksi penjualan susu di wilayah Kedungwuni yang melibatkan pelaku dari luar daerah sebagai bukti bahwa masyarakat harus semakin berhati-hati dalam bertransaksi secara online.

Pada kesempatan tersebut, Kapolres juga menyosialisasikan layanan Call Center 110 Polri yang dapat dimanfaatkan masyarakat selama 24 jam tanpa dipungut biaya.

"Layanan Call Center 110 terus kami optimalkan melalui pelatihan operator dan sistem respons cepat. Dengan dukungan teknologi, laporan masyarakat dapat langsung diteruskan ke Polsek terdekat sehingga penanganan di lapangan menjadi lebih cepat," ujarnya.

Tak hanya itu, AKBP Rachmad juga mengingatkan bahaya penyalahgunaan narkoba yang kini mulai dipasarkan melalui media digital, termasuk dalam bentuk cairan rokok elektrik (vape). Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mencegah praktik perundungan (bullying) di lingkungan pendidikan.

Sementara itu, Dandim 0710/Pekalongan Letkol Inf Muhammad Nurul Chabibi menilai tantangan terbesar generasi muda saat ini adalah perang informasi di media sosial yang berpotensi memecah belah bangsa.

"Media sosial kini menjadi medan pertarungan narasi dan ideologi. Banyak pihak membuat propaganda negatif. Sebagai mahasiswa, kalian harus bijak, kritis menyaring informasi, dan tidak asal membagikan berita yang belum jelas kebenarannya," kata Dandim.

Ia menegaskan, wawasan kebangsaan harus menjadi kompas bagi generasi muda dalam menghadapi perubahan dari era manual menuju era digital.

Menurutnya, nasionalisme saat ini tidak lagi diwujudkan melalui perjuangan fisik, tetapi melalui prestasi akademik, inovasi teknologi, literasi digital yang sehat, serta kontribusi nyata bagi masyarakat.

Kategori :