BATANG – Bupati Batang M. Faiz Kurniawan mendampingi langsung Presiden Prabowo Subianto dalam acara akad massal 62.710 unit Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Bersubsidi yang digelar di Perumahan Puri Delta City Side, Kabupaten Batang, Kamis (30/7/2026).
Kegiatan yang merupakan bagian dari agenda nasional penyediaan hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) itu turut dihadiri para menteri Kabinet Merah Putih, kepala lembaga, gubernur, serta jajaran kepala daerah dari berbagai provinsi.
Menurut Bupati Faiz, setidaknya ada tiga skema unggulan dari Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) yang terbukti memberikan efek berganda bagi ekonomi warga, yakni Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau bedah rumah, KPR rumah subsidi, serta Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan.
Faiz Kurniawan menyebut ketiga program ini secara langsung menggerakkan sektor riil di tingkat lokal karena seluruh material pembangunan mayoritas diserap dari toko bangunan di sekitar lokasi penerima manfaat.
BACA JUGA:Pemerintah Perluas Program Bedah Rumah, Maruarar Sirait: Batang Kini Terima 1.000 Unit BSPS
BACA JUGA:Tak Hanya Sekolah Negeri, Siswa Madrasah di Batang Juga Terima Bantuan Seragam Gratis Bupati Faiz
"BSPS itu dilelangkan khusus untuk toko material di sekitar penerima bantuan. Itu otomatis memutar uang di pasar lokal. Selain itu, tenaga kerja setempat juga banyak terserap untuk pengerjaan rehab dan pembangunan rumah," ujar Bupati Faiz seusai acara.
Lebih jauh, Faiz menyoroti pentingnya perencanaan tata ruang yang matang sebagai penopang keberlanjutan program perumahan ke depan.
Bupati juga menekankan bahwa Pemerintah Kabupaten Batang saat ini masih memiliki luas Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) di angka lebih dari 87 persen masih berada di atas ambang batas minimal yang ditetapkan nasional.
Namun, seiring proyeksi pertambahan penduduk dan peningkatan kebutuhan tempat tinggal, pemkab mulai mengkaji pengembangan rumah vertikal sebagai solusi optimalisasi lahan.
"RTRW yang baik adalah fondasi agar pemanfaatan lahan berjalan adil dan tidak hanya untuk kebutuhan hari ini, tetapi juga 20 hingga 30 tahun mendatang. Karena lahan terbatas, opsi vertikal house mulai kami matangkan," jelasnya.
Di sisi lain, Faiz menegaskan bahwa kesuksesan pembangunan perumahan tidak lepas dari sinergi ketat antara pemerintah daerah dan pengembang.
Pemkab Batang menerapkan pengawasan ketat terhadap serah terima fasilitas umum (fasum) dan fasilitas sosial (fasos) guna memastikan kondisinya layak sebelum diserahkan ke pemerintah.
Bupati juga memastikan proses perizinan, termasuk Keterangan Rencana Kota (KRK) dan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG), telah berjalan transparan dan mudah, sedangkan mekanisme sanksi tegas telah disiapkan bagi pengembang yang tidak patuh pada aturan.
Langkah strategis yang diambil Kabupaten Batang ini menjadi miniatur bagaimana daerah menjembatani ambisi besar Presiden Prabowo dalam percepatan penyediaan rumah rakyat, tanpa mengorbankan ketahanan pangan melalui konversi lahan pertanian produktif.