Melalui Program Speling, Warga Jepara Antusias Periksa TBC

Selasa 13-10-2026,13:32 WIB
Reporter : Dony Widyo
Editor : Dony Widyo

JEPARA – Para warga Desa Sukodono, Kecamatan Tahunan, Kabupaten Jepara antusias melakukan pemeriksaan kesehatan gratis pada program dokter spesialis keliling (Speling) yang diintegrasikan dalam Cek Kesehatan Gratis (CKG) di desa setempat pada Selasa, 13 Oktober 2026.

Dalam kegiatan yang dikunjungi oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Tengah Sumarno, Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus Octavianus, dan Wakil Menteri Dalam Negeri Akhmad Wiyagus  tersebut sekaligus dilakukan kegiatan Active Case Finding (ACF)  Tuberkulosis (TBC). Upaya ini sebagai strategi untuk menemukan kasus penyakit TBC  secara langsung di tengah masyarakat

Melalui kegiatan tersebut, warga dapat mendapatkan manfaat untuk mengetahui kondisi kesehatannya, sekaligus dapat memeriksakan risiko paparan TBC.

Dalam kegiatan itu, Sumarno, mewakili Gubernur Jateng Ahmad Luthfi, meninjau pelaksanaan pemeriksaan warga. Meliputi, pemeriksaan dahak untuk sputum BTA (Bakteri Tahan Asam), rontgen, tekanan darah, tinggi badan, serta pemeriksaan laboratorium sesuai kebutuhan.

BACA JUGA:Lewat Ajang Inacraft 2026, Taj Yasin Targetkan Produk UMKM Jawa Tengah Masuk Pasar Internasional

BACA JUGA:Ahmad Luthfi Minta MES Jateng Gerakkan Sektor UMKM

Salah seorang warga yang mengikuti kegiatan tersebut, Dina Amelia, mengaku datang bersama lima anggota keluarganya setelah mengetahui adanya riwayat TBC di lingkungan keluarga mereka.

Ia berharap pemeriksaan tersebut dapat membantu memastikan kondisi kesehatan seluruh anggota keluarganya sekaligus mencegah penularan.

“Harapannya tidak ada yang tertular dari keluarga, sehingga semuanya tetap sehat. Alhamdulillah, bisa cek kesehatan gratis melalui kegiatan ini,” ungkap Dina.

Warga lainnya, Nurhamidah, mengaku memperoleh informasi mengenai kegiatan tersebut dari kader kesehatan desa. Ia menceritakan pernah mengalami keluhan sakit di bagian dada dan batuk yang mereda, tetapi kemudian kembali berulang.

Nurhamidah berharap kegiatan skrining TBC dapat membantu masyarakat mengetahui kondisi kesehatannya lebih awal sehingga penanganan dapat segera dilakukan.

“Kalau bisa, ketika penyakitnya diketahui lebih awal, penanganannya juga bisa lebih cepat,” tuturnya.

Kepala Puskesmas Tahunan, Pramita Sukti Setyarini, mengatakan penelusuran atau tracing TBC penting dilakukan untuk menemukan kasus yang belum terdeteksi, termasuk pada orang yang tidak menunjukkan gejala.

Menurutnya, pemeriksaan aktif diperlukan agar masyarakat yang berisiko terinfeksi TBC dapat segera menjalani pemeriksaan dan memperoleh penanganan sesuai hasil diagnosis.

“Dengan adanya tracing (pelacakan) ini, kita bisa menjaring pasien-pasien yang memiliki gejala TBC, tidak bergejala, maupun yang memiliki riwayat kontak. Melalui kegiatan ini, kita bisa melihat gambaran paru-paru melalui pemeriksaan rontgen untuk membantu mendeteksi kemungkinan TBC,” ujar Pramita.

Tags :
Kategori :

Terkait