*Banyak Berinteraksi dan Rentan Terpapar
KENDAL - Pedagang pasar dan pegiat ekonomi dalam menjalankan profesinya merupakan yang paling intens bersinggungan atau berinteraksi dengan banyak orang. Sehingga rentan akan terpapar virus Corona, sehingga perlu segera mendapatkan vaksinasi Covid-19. Selain menekan penyebaran virus Corona, vaksinasni akan menjadikan sistem kekebalan tubuh.
"Interaksi pedagang di pasar dengan banyak orang luar biasa, dan rentan terpapar, sehingga perlu segera mendapatkan vaksinasi Covid-19. Tak hanya menciptakan respon antibodi, manfaatnya juga mencegah terkena virus Covid-19, menghentikan virus dan melindungi orang di sekitarnya," kata Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kendal, Alfebian Yulando, Selasa (23/2/2021) kemarin, usai menjalani vaksin tahap kedua.
Febi mengungkapkan, terkait vaksinasi Covid-19, semua masyarakat harus ikut mensukseskannya dan tak perlu merasa takut ketika disuntik vaksin.
"Karena disuntik vaksin tidak terasa sakit. Jadi masyarakat tidak perlu takut dan berprasangka yang tidak-tidak terhadap vaksinasi Covid-19. Karena program vaksinasi ini merupakan salah satu program ikhtiyar pemerintah untuk penanganan Covid-19 di Indonesia agar pandemi yang melanda segera berakhir," ungkapnya.
Febi menyatakan, setelah nantnya menjalani vaksi, masyarakat juga tetap harus mematuhi protokol kesehatan dalam kehidupan sehari-hari seperti, memakai masker, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, menjaga jarak saat berinteraksi dan menghindari kerumunan.
"Tetap patuhi protokol kesehatan, meski telah di vaksi Covid-19," tandasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kendal, Ferinando RAD Bonay mengatakan, vaksinasi tahap kedua dilakukan sejak selasa 23 Februari hingga 27 Februari 2021. Adapun jumlah vaksin yang diberikan oleh Provinsi Jawa Tengah kepada Pemerintah Kabupaten Kendal sejauh ini sebanyak 8000 suntikan. Jumlah sebanyak itu, dibagi dua kali tahap, yaitu tahap pertama sudah dilakukan pada empat minggu lalu.
"Satu kali tahapan jumlah yang kami berikan 4000 suntikan. Untuk tahap kedua ini, yang kami utamakan anggota DPR, atlet, wartawan, TNI-Polri dan ASN," katanya. (lid)