Disinggung perubahan bentang lahan seperti apa, Mujio mengatakan, Pekalongan jaya-jayanya sekitar tahun 90-an dengan adanya pelabuhan nusantara. Sehingga berlomba-lomba membangun pelabuhan perikanan di Pekalongan.
"Memang itu bagus secara ekonomi. Terjadi pembukaan-pembukaan muara. Penelitian LAPAN tahun 2007 menemukan akar masalah rob adalah adanya pembukaan muara. Kita ndak usah menutup muara tapi modifikasi muara saja," kata dia.
Untuk mengembalikan bentang alam di muara, kata dia, harus melibatkan semua stakeholder, seperti pakar oseonografi.
"Secara holistik harus dirembug bareng-bareng. Air mencari tempat yang lebih rendah. Tidak bisa kita tutup di sini. Harus holistik," tandasnya. (had)