"Anak saya baru masuk kelas 1 SD. Sangat repot sekali sekolah online. Apalagi kita bekerja. Sering sewot sendiri saat ngajari anak," keluh Dwi (35), warga Desa Karangsari, Kecamatan Karanganyar.
Kepala SMPN 2 Tirto, Khoirul Huda, menyatakan, jika pemerintah daerah telah menetapkan pembelajaran tatap muka, pihaknya siap melaksanakan instruksi tersebut dengan menyediakan sarana prasarana penunjang protokol kesehatan.
Ia pun mengajak masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan. Ditandaskan, dalam menekan penyebaran Covid-19 ini memang dibutuhkan dukungan semua pihak termasuk masyarakat. Meski Kabupaten Pekalongan masuk di level 3, tapi diharapkan berbagai kalangan tidak kendor dalam menerapkan protokol kesehatan. Hal ini juga salah satu upaya untuk menormalkan kembali kegiatan belajar mengajar di Kabupaten Pekalongan. (had)