"Ternyata penyandang disabilitas itu ada rasa enggan berobat ke Puskesmas karena tempatnya belum ramah. Tempat parkir belum ada, kursi roda terbatas. Kami ingin SOP-nya begitu ada pasien disabilitas petugas jemput bola. Ndak harus nunggu antrean dengan yang lain. Kasihan," ungkap dia.
Ditambahkan, berdasarkan data di Dinsos, ada 6500 orang penyandang disabilitas di Kabupaten Pekalongan. Untuk anak berkebutuhan khusus ada 735 anak. Mereka tersebar di 19 kecamatan. (had)