PWNU Jateng Panen Perdana Padi Organik di Batang

Kamis 05-08-2021,13:20 WIB

BATANG - Pengurus Wilayah Nahdlotul Ulama (PWNU) Jateng melakukan panen perdana padi organik di Desa Amongrogo, Limpung, Batang, baru-baru ini. Kegiatan ini menjadi bagian dari program kerja sama dengan Kadang Tani Sarwo Tulus Pimpinan Ranting NU (PRNU) Desa Amongrogo, Limpung.

Panen perdana ini dihadiri langsung pengurus PWNU Jateng. Seperti Ketua PWNU HM Muzamil, Sekretaris PWNU KH Hudallah Ridwan, Sekretaris PCNU Batang KH Munir, Wakil Ketua PW Lembaga Pengembangan Pertanian Nahdlatul Ulama (LPPNU) KH Mustofa dan KH Turja'un.

Rais Syuriah PWNU, Jateng KH Ubaidillah Shodaqoh menyampaikan, pihaknya menyampaikan syukur, terima kasih, dan selamat kepada warga NU yang berhasil menanam padi organik.

"Kali ini kami hadir di Batang untuk panen perdana tanaman padi organik, sebelumnya di Blora. Jika bahan makanan yang kita konsumsi sehari-hari halalan tayibah seperti beras organik ini, insya Allah kita akan sehat wal afiat lahir batin," ujarnya.

Disampaikan, panen perdana padi organik bukan sekadar seremoni belaka, akan tetapi mengandung pesan agar Nahdliyin di daerah lain juga bisa melakukan hal yang sama. Apalagi sudah terbukti hasil panennya bisa berlipat. "Saya mengajak, ayo warga NU kembali ke alam dengan menanam padi organik karena hasil sudah teruji dan terbukti lebih baik," tegasnya.

Ketua PWNU Jateng, HM Muzamil mengucapkan selamat dan sukses kepada PRNU Desa Amongrogo yang telah berhasil panen perdana pertanian organik hasil kerja sama dengan bUMDes Amongrogo dan Kadang Tani Sarwo Tulus LPPNU Jateng.

"Semoga panen perdana padi organik ini menjadi contoh yang baik bagi para petani di Jawa Tengah dalam memanfaatkan dan mengembangkan potensi alam yang ada dalam pertanian organik," ungkapnya.

Wakil Ketua LPPNU PWNU Jateng, KH Turja'un menambahkan, padi organik yang ditanam adalah padi jenis mentik susu. "Dengan pertanian organik, insya Allah badan kita akan menjadi sehat, daya tahan tubuh akan kuat," ucapnya.

Pihaknya juga sudah menyediakan ricemill khusus untuk beras organik. Dengan program ini, NU juga turut mengajak warganya untuk bertani secara sehat, mengkonsumsi makanan yang halalan tayibah.

Sekretaris PCNU Kabupaten Batang, KH Munir menambahkan, kegiatan panen raya padi organik menjadi tonggak dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat dengan membangun pertanian organik.

"Bagaimana mengembangkan lingkungan hidup yang sehat dan menyehatkan bagi masyarakat, kita upayakan kembali ke alam. Berkat bimbingan dan arahan secara masif dari PWNU Jateng, kini kami merasakan hasilnya," tegasnya. (nov)

Tags :
Kategori :

Terkait