MGMP IPS Dukung Pengembangan Profesi Melalui Kurikulum Merdeka

Jumat 01-07-2022,13:40 WIB

BATANG - MGMP IPS SMP Kabupaten Batang mengadakan Pelatihan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) Berbasis Kurikulum Merdeka secara daring, Kamis (29/06/2022). Kegiatan kerjasama dengan Jurusan Sosiologi dan Antropologi Fakultas Ilmu Sosial UNNES ini diikuti 250 pendidik.

Mereka berasal dari berbagai wilayah, seperti Kendal, Magelang, Kota Semarang, Jakarta, Pacitan, Kabupaten Barru Sulawesi Selatan, Maluku Barat Daya dan juga pendidik di lingkungan kabupaten Batang dari semua jenjang.

Sebagai pemateri, hadir Guru Besar FIS UNNES dan Tim Penilai Angka Kredit Tingkat Pusat, Tri Marhaeni Pudji Astuti. Ia menyampaikan bahwa PKB pada Implementasi Kurikulum Merdeka pada prinsipnya masih sama. Bedanya, perlu adanya ide atau gagasan baru, serta pembuatan Publikasi Ilmiah dan Karya Inovatif yang disesuaikan dengan Kurikulum Merdeka.

"Seperti implementasi elemen yang terdapat pada Penguatan Profil Pelajar Pancasila, ada baiknya guru melaksanakan inovasi dengan mengajar berdasarkan pengalamannya, maka akan menjadi lebih bermakna tidak hanya sekedar teksbook," ujarnya.

Ketua Jurusan Sosiologi dan Antropologi FIS UNNES, Asma Luthfi, menyampaikan bahwa kerjasama yang terjalin merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan sebagai wujud dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, yakni Pengajaran, Penelitian, dan Pengabdian kepada Masyarakat. "Ketiga hal tersebut menjadi poin penting dalam mewujudakan visi dari perguruan tinggi," ujarnya.

Dikatakannya, Pelatihan PKB sangat dibutuhkan oleh guru, apalagi pada saat IKM. Kerjasama dengan berbagai pihak dapat menjadi jembatan yang membantu terbentuknya jejaring aktivis pengembangan pendidikan di Indonesia.

Ketua MGMP IPS SMP Kabupaten Batang, Wulan Dwi Aryani, menyampaikan bahwa sebagai pendidik pasti akan mendukung dan melaksanakan IKM sepenuh hati. Hal ini searah dengan kebijakan Kemdikbudristek, bahwa sekolah dapat melaksanakan Kurikulum Merdeka dengan memilih 3 jalur, secara mandiri sesuai dengan kondisi sekolah.

"Satuan pendidian akan mendapatkan hasil pilihan yakni Mandiri Belajar, Mandiri Berubah dan Mandiri Berbagi, pastinya banyak diantara kita berusaha terus belajar menggali informasi Bagaimana IKM tersebut, berbagai pelatihan dan webinar diikuti, apalagi secara serentak tanggal 11 juli 2022 akan segera diterapkan disemua jenjang di kabupaten Batang khususnya," ujarnya.

Dengan penerapan Kurikulum Merdeka tentunya juga termasuk bagaimana Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan. "Banyak pendidik yang mulai beranjak dari zona nyaman. Mereka berlomba melakukan pengembangan keprofesian berkelanjutan guna meningkatkan kompetensi dan juga karir. Bonusnya dapat naik pangkat dengan lancar," pungkasnya. (nov)

Tags :
Kategori :

Terkait