*Bupati Minta Guru Lebih Siaga
KENDAL - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kendal belum lama ini berhasil menggagalkan rencana dua sekolah dasar (SD) yang akan melaksanakan pembelajaran outing class di tengah pandemi Covid-19.
"Tak hanya diberi peringatan. Kedua sekolahan itu juga kami minta menunda sistem pembelajaran di alam terbuka sebelum pandemi Covid-19 benar-benar berakhir, "kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kendal, Wahyu Yusuf Akhmadi, Kamis (4/11/2021).
Wahyu mengingatkan bahwa perilaku indisipliner dari segelintir satuan penddidikan tidak hanya berdampak bagi sekolah bersangkutan, melainkan juga bagi keberlangsungan pendidikan secara umum di Kabupaten Kendal. Hal itu terutama jika ditemukan klaster baru Covid-19 akibat aktivitas yang melanggar aturan.
"Informasi yang masuk kami kroscek dan memang benar 2 sekolah dasar (SD) merencanakan outing class untuk bulan Desember. Sudah kami minta agar tidak melakukannya (dibatalkan)," tandasnya.
Saat ini sistem pembelajaran yang diperbolehkan hanya dilakukan di dalam kelas, itupun dengan pembatasan-pembatasan. Bahkan kegiatan ekstrakurikuler sekolah belum boleh dijalankan. Sekolah hanya fokus pada pembelajaran terbatas maksimal 2 jam setiap hari.
"Berkaca dari ini, saya sudah minta semua satuan pendidikan tetap mematuhi standar operasional prosedur (SOP) pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas selama pandemi Covid-19," terangnya.
Wahyu tidak ingin ada lagi satuan pendidikan nekad melaksanakan kegiatan yang berpotensi membawa dampak buruk bagi siswa, guru, dan satuan pendidikan lainnya.
"Belum diizinkan segala bentuk kegiatan pendidikan selain di dalam kelas dengan pembatasan," tandasnya.
Pihak Disdikbud pun kembali mengetatkan prosedur sekolah yang ingin mengikuti PTM. Tercatat sudah dua pekan terakhir belum dilakukan perluasan sekolah yang mengikuti PTM terbatas. Saat ini baru 652 Paud atau 76 persen dari total 857 paud yang sudah menjalankan PTM.
"Untuk jenjang SD sederajat baru diikuti 480 sekolah dari total 575 SD yang ada. Untuk SMP dan sekolah non formal, PTM sudah dijalankan 100 persen. Masing-masing 108 SMP dan 21 sekolah non formal, "ujarnya.
Sementara itu, Bupati Kendal, Dico M Ganinduto mengatakan, PTM terbatas yang sudah berjalan harus dijaga agar tidak menimbulkan klaster baru penyebaran Covid-19. Disdikbud Kendal bersama semua tenaga pendidik agar lebih waspada dan siaga dalam menjalankan pembelajaran tatap muka.
"Lengkapi kembali sarana prokes yang kurang memadahi, patuhi memakai masker, sehingga tidak ada lagi sekolah yang ditutup karena tidak patuh pada SOP yang ada," ujarnya. (lid)