KAJEN - RSUD Kajen, Kabupaten Pekalongan, menargetkan meraih Akreditasi Paripurna.
Demikian disampaikan Direktur RSUD Kajen, dr Imam Prasetyo, disela-sela penilaian lapangan tim akreditasi dari Lembaga Akreditasi Rumah Sakit Damar Husada Paripurna di RSUD Kajen, Senin (24/10/2022).
Menurutnya, untuk memperoleh Akreditasi Paripurna tak mudah. Penilaiannya ada 16 bab, dengan 768 elemen penilaian. Untuk akreditasi, kata dia, ada standar dari Kementerian Kesehatan. Ia optimis target itu bisa tercapai karena persiapannya sudah dilakukan dengan semaksimal mungkin.
"Akreditasi sudah dimulai sejak hari Kamis kemarin secara online. Tanggal 24 dan 25 ini secara offline. Kunjungan ke lapangan. Targetnya Bismillah Paripurna," tandasnya.
"Persiapan kita sudah semaksimal mungkin. Dokumen kemarin saat survei online Alhamdulillah sudah baik," katanya.
Ditambahkan, akreditasi RSUD Kajen pada tahun 2019 masih Utama. Penilaian akreditasi sempat terhenti karena ada Covid-19. Hingga akhir tahun ini rumah sakit sebenarnya masih diperbolehkan tidak melakukan penilaian akreditasi.
"Namun karena kita komitmen untuk peningkatan mutu dan keselamatan pasien, kita segera melakukan akreditasi," ujar dia.
Dikatakan, Pemkab Pekalongan mensupport penuh RSUD Kajen. Bahkan, dalam penilaian akreditasi kemarin Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, Sekda M Yulian Akbar, dan Asisten Pemerintahan Totok Budi M, hadir langsung di RSUD Kajen.
"Tadi pagi Pak Sekda rawuh. Pak Asisten rawuh. Bu Bupati juga rawuh siang ini. Pak Sekda tadi pagi menyampaikan tahun depan Insya Allah Kajen akan membangun gedung empat lantai. Lantai 3 dan 4 untuk VIP, lantai 1 dan 2 untuk poli terpadu," imbuhnya.
Sementara itu, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, berharap RSUD Kajen harus bisa berikan pelayanan yang terbaik untuk masyarakat. Pemkab Pekalongan juga akan merumuskan reward and punishment yang tepat untuk menunjang peningkatan kinerja rumah sakit.
"Kita Insya Allah akan mengadakan apel. Di apel itu akan ada akta integritas dari semua rumah sakit untuk berikan pelayanan yang terbaik. Tadi saya bilang apabila dia bagus dari tingkat dokter sampai petugas administrasi itu kalau bagus akan kita berikan reward. Tapi kalau tidak bagus akan dikenai sanksi," ujar Bupati.
Fadia menginginkan meskipun rumah sakit negeri tapi pelayanannya bak rumah sakit swasta. "Kita harus berikan yang terbaik untuk masyarakat Kabupaten Pekalongan.
Apalagi Kajen ini bener-bener ada di tengah-tengah Kabupaten Pekalongan. Sehingga saya sebagai Bupati akan support penuh supaya RSUD Kajen ini tidak kalah bersaing dengan rumah sakit swasta yang ada di Kabupaten Pekalongan," tandasnya.
Bahkan, jika tak ada halangan, kata Bupati, Pemkab Pekalongan akan menyiapkan alokasi anggaran Rp 50 miliar di tahun 2023 untuk membangun gedung baru empat lantai di RSUD Kajen.
"Jadi Insya Allah orang-orang di Kabupaten Pekalongan ini ya dengan kita punya program pengobatan gratis ditambah rumah sakitnya bagus akhirnya klop," ungkapnya.