KARANGANYAR - Minyak goreng di sejumlah toko sembako di Kecamatan Karanganyar kian langka. Jika pun stok ada, harganya sudah tinggi di tingkat pedagang grosiran.
Berdasarkan pantauan Radar, di beberapa toko grosir di Kecamatan Karanganyar bahkan stok minyak goreng sering kosong. Stok migor di grosir jumlahnya sedikit, sehingga barang cepat habis.
"Stok sering kosong. Kalau datang langsung habis karena kiriman ke sini terbatas," kata Aji (52), pedagang sembako semi grosir di Karangsari.
Diakuinya stok minyak goreng merek terkenal sudah sulit ditemui. Ia sudah lama tidak mendapat pasokan migor merek terkenal seperti Bimoli, Hemart, Fortune, dan merek-merek lainnya yang dulu banyak terpampang di etalase toko.
"Sekarang dapat merek Fitri. Itu pun yang ukuran setengah liter. Harga di sini (grosiran) Rp 7 ribu. Stoknya juga terbatas, makanya cepat habis. Banyak bakul yang ndak kedapatan minyak," kata dia.
Di Pasar Karanganyar pun migor sulit dicari. Ada beberapa migor dengan merek yang tidak terkenal. Itu pun harganya sudah Rp 17 ribu hingga Rp 18 ribu perkilo di tingkat grosir. Untuk migor dengan merek cukup terkenal, harganya masih Rp 20 ribu hingga Rp 21 ribu perkilo di tingkat grosir.
"Minyak goreng katanya harganya dimurahkan tapi justru barangnya sulit dicari. Ada merek tak terkenal harganya sudah tinggi. Sekarang minyak justru kian langka dan mahal," ungkap Wahyu (38), pedagang di Pasar Karanganyar.
Minyak goreng dengan harga miring atau di kisaran Rp 15 ribu perliter bisa dijumpai di sejumlah toko modern. Namun stoknya pun tidak kontinyu, atau tidak setiap hari ada. Bahkan ada toko modern yang 'mengakali' agar bisa beli minyak goreng maka harus melakukan transaksi pembelian dengan nominal tertentu.
Hadi (42), pedagang kecil kios sembako di Desa Karangsari, mengatakan, sebelum ada kebijakan harga minyak goreng disubsidi, kios miliknya bisa mendisplai beberapa merek migor. Dengan harga yang juga bervariatif, dari migor dengan harga murah hingga mahal. Namun sekarang bisa kulakan minyak goreng saja sudah beruntung.
"Sales resmi yang jual minyak goreng sekarang kalau dipesani bilang stoknya ndak ada. Nyari di toko grosir barangnya belum tentu ada. Jika ada harganya juga masih tinggi. Masih di kisaran Rp 20 ribu perkilo," keluh dia. (had)