**Banyak Tak Mengindahkan Prokes
KAJEN - Meski pemerintah sudah mengeluarkan larangan untuk mudik, namun sejumlah warga perantauan atau luar kota kini mulai berdatangan. Ironisnya, para pemudik banyak yang tak memindahkan Protokoler Kesehatan (prokes).
Pantauan Radar di perempatan Gumawang Wiradesa Rabu (28/04/2021) dini hari, sejumlah bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) arah Jakarta Semarang mulai banyak yang menurunkan penumpang di Trafig Light Wiradesa. Adapun sebagian banyak warga yang turun dari bus langsung menyebarang ke selatan untuk pindah ke angkutan. Sebagian mereka ada juga keluarga yang menunggu menjemput pemudik.
Ironisnya, pemudik yang hendak menuju ke kampung halaman jarang yang mengenakan Masker, karena beralasan pagi hari udara masih segar.
"Saya baru turun dari Bus dan sekarang lagi nunggu jemputan keluarga," ungkap Dodi salah satu pemudik saat menunggu jemputan di warung angkringan asal Kecamatan Kesesi.
Diakui, dirinya tetap pulang kampung meskipun ada larangan mudik karena pengin bertemu dan berkumpul keluarga saat lebaran nanti. Selain itu diperantauan tidak ada saudara sehingga ia terpaksa pulang lebih awal sebelum pemudik diperketat.
"Baru sebulan di Jakarta. Karena kalau pulang mepet takut lebih ketat lagi, " lanjutnya.
Diakui, dirinya tidak mengenakan masker karena saat dalam perjalanan tertidur di dalam bus dan masker ketinggalan.
"Dari Jakarta tadi pakai, tapi sekarang ketinggalan, " ungkapnya.
Senada diungkapkan Waidi, pria asal Kelibening. Ia pulang lebih awal karena di rumahnya akan ada acara.
"Saya biasanya mepet, tapi ini berhubung ada acara keluarga maka pulang lebih awal. Selain itu takutnya kalau mepet banyak cegatan di jalan karena sudah ada larangan mudik, " imbuhnya. (Yon)