BATANG - Lembaga Amil Zakat, Infaq, dan Shodaqoh Muhammadiyah (Lazismu) Batang terus membuktikan kinerjanya sebagai lembaga filantropi yang semakin terpercaya. Reputasi ini dibuktikan dengan raihan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) tiga tahun berturut-turut dari Kantor Akuntan Publik (KAP) AR Utomo, yakni terhitung sejak Laporan Keuangan tahun 2018, 2019, dan 2020.
"Insya Allah, laporan keuangan yang beropini WTP ini menjadi bukti bahwa Lazismu telah menunjukkan kinerja tata kelola keuangan yang baik atau good governance, yang berpijak pada prinsip transparansi dan akuntabilitas," ungkap Direktur Lazismu Batang, Muntoro Abdurrohman kepada Radar, Senin (7/2/2022).
Opini WTP tahun 2020 sendiri baru diterima Lazismu Batang pada akhir tahun kemarin. Menurut Muntoro, opini WTP tidak sekadar prestise kelembagaan, tetapi lebih dari itu menyangkut komitmen transparansi dan pertanggungjawaban (akuntabilitas) dalam pengelolaan keuangan dana ZIS.
"Maka Lazismu menyampaikan terima kasih atas setiap dukungan dan kepercayaan seluruh masyarakat Kabupaten Batang yang telah menyalurkan zakat, infaq, dan sedekahnya melalui Lazismu Batang. Kepercayaan ini akan kami jaga sebaik-baiknya," terangnya.
Benar saja, opini WTP nyatanya berbanding lurus dengan kepercayaan masyarakat yang semakin meningkat terhadap Lazismu Batang. Hal itu dibuktikan dengan jumlah dana ZIS yang diaudit setiap tahunnya terus bertambah. "Alhamdulillah, artinya masyarakat Alas Roban memberikan kepercayaan lebih kepada Lazismu Batang untuk menyalurkan dana ZIS nya," ujar Muntoro.
Hal itu juga diamini Kepala Divisi Administrasi dan Keuangan Lazismu Batang, Syarif Khiftanul Bakhri, yang melaporkan hasil penghimpunan dana ZIS menunjukkan tren yang meningkat. Sementara di tahun 2018 sebesar Rp. 459.694.628, tahun 2019 meningkat pesat menjadi Rp. 2.007.871.955, dan di 2020 mencapai 2.316.363.375.
Menurut Bakhri, peningkatan dana ZIS juga tak lepas dari kepemilikan delapan Kantor Layanan (KL) Lazismu yang sistem keuangannya sudah terintegrasi, sehingga penghimpunan dananya masuk dalam satu rekening daerah. Ketika daerah diaudit, maka otomatis keuangan di KL juga teraudit.
"Kami juga bekerja semaksimal mungkin untuk mempertahankan predikat WTP, semua arus keluar masuk dana diverifikasi dan validasi secara teliti berikut berkas kuitansi. Dan upaya ini kami lakukan secara rutin setiap pekan, bulan, dan tahun," jelasnya. (sef)