KAJEN - Cuaca ekstrem mulai terjadi di Kabupaten Pekalongan. Potensi bencana alam, baik itu angin kencang, longsor, dan banjir menghantui sejumlah wilayah di Kota Santri. Berdasarkan data di BPBD Kabupaten Pekalongan, seluruh kecamatan atau 19 kecamatan di Kabupaten Pekalongan rawan bencana alam saat musim penghujan. Kecamatan Bojong, Buaran, Kedungwuni, Siwalan, Sragi, Tirto, Wiradesa, Wonokerto, dan Wonopringgo rawan angin puting beliung dan banjir/rob.
Kecamatan Doro, Kajen, Kandangserang, Karanganyar, Lebakbarang, Paninggaran, Petungkriyono, dan Talun rawan bencana angin puting beliung dan tanah longsor. Sementara Kecamatan Karangdadap dan Kesesi rawan angin puting beliung.
Guna menghadapi potensi bencana alam saat musim hujan, pemerintah daerah melalui BPBD bersama instansi lainnya seperti Polri, TNI, PMI, dan para relawan lainnya, siap 'stand by' 24 jam untuk melayani masyarakat terdampak bencana alam.
"Kita stand by 24 jam," tandas Kapolres Pekalongan, AKBP Arief Fajar Satria usai Apel Kesiapsiagaan Kebencanaan di halaman Mapolres Pekalongan, kemarin pagi.
BPBD, Polri, TNI, dan relawan, misalnya, melakukan percepatan pembukaan tanah longsor dan pohon tumbang di jalur Karanganyar - Lebakbarang.
"Kita lakukan secara cepat agar akses bisa segera dilalui. Kita tentukan waktu 1 kali 24 jam atau maksimal 2 hari dalam penanganan tanah longsor dan pohon rumbang itu," tandasnya.
"Kita sudah punya tim work, baik dengan BPBD, Perhutani, dan relawan. Kita selalu stand by. Dari TNI juga. Jam berapa pun kita selalu hadir untuk melayani masyarakat," tandas dia.
Saat kejadian rumah roboh akibat tertimpa dinding rumah sarang burung walet di Desa Sabarwangi, Kecamatan Kajen, Senin (1/11/2021) petang, Kapolres juga hadir untuk di lokasi kejadian. Rumah milik Sohadi (80), rata dengan tanah dalam musibah itu. Pemilik rumah yang tertimpa reruntuhan bangunan bisa diselamatkan warga lainnya.
Pj Sekda Kabupaten Pekalongan Budi Santoso menyatakan, semua sumber daya manusia sudah siap digerakkan untuk penanganan maupun upaya preventif untuk sosialisasi dan sebagainya. Peralatan pun siap digerakkan.
"Kami tadi juga sudah melihat bersama Forkompinda peralatan pada saat penanganan. Ini nanti masih banyak yang perlu ditingkatkan nantinya. Mungkin perlu ada yang ditingkatkan dan peralatan lain yang sudah ketinggalan zaman mungkin nanti perlu peremajaan," katanya.
Dikatakan, mapping potensi bencana sudah dirapatkan bersama di pemda. "Saat itu hadir dari semua unsur, baik TNI, Polri, dan relawan. Peralatan early warning sistem (EWS) juga perlu didorong di Kabupaten Pekalongan," imbuhnya. (yon/had)