*Warga Pilih Serbu Pertalite Di SPBU
KAJEN - Salah satu usaha yang terancam bangkrut paska kenaikan harga BBM ialah pertashop. Dengan hanya menjual pertamax, konsumen pertashop kian sepi.
Pasalnya, disparitas harga antara pertamax dengan pertalite cukup tinggi. Masyarakat akhirnya menyerbu SPBU untuk beli pertalite.
"Pertashop ini awalnya program pemerintah untuk pemerataan BBM. Agar penyaluran BBM ke pelosok-pelosok bisa terlaksana dengan baik," ungkap Ketua Paguyuban Pertashop Pekalongan, HM Kennedy, kemarin.
Namun, lanjut dia, dengan berubahnya harga BBM, ada disparitas harga yang mencolok antara pertalite dengan pertamax.
"Masyarakat akhirnya lari berbondong-bondong ke pertalite. Masyarakat serbu SPBU untuk beli pertalite. Pertashop sepi karena hanya menjual pertamax," terang dia.
Dikatakan, saat ini ada kenaikan harga BBM yang cukup memberatkan masyarakat. Dengan harga pertalite Rp 10 ribu per liter, masyarakat pasti lari ke pertalite daripada beli pertamax yang harganya Rp 14.500 per liter.
"Maka dengan fenomena ini pertashop sudah pada tutup.
Padahal beliau-beliau (usaha pertashop) ini dulu diusahakan oleh pemerintah untuk menyalurkan BBM secara legal. Dengan legalitas penyaluran BBM ini sebenarnya untuk mengurangi penyaluran BBM yang tidak legal," katanya.
Kolapsnya usaha pertashop dipicu juga masih maraknya pedagang eceran pertalite. Meskipun itu dilarang pemerintah, namun faktanya masih marak.
"Mereka dapat keuntungan yang lebih dibandingkan menjual petramax di pertashop," kata dia.
Disebutkan, jumlah pertashop di Kabupaten Pekalongan sekitar 40-an. Imbas kenaikan harga BBM, pertashop ada yang akan dijual hingga tutup.
"Ada yang sudah mau dijual di daerah atas itu. Di Sinangohprendeng sudah tutup. Itu sebenarnya kasihan mereka. Sudah keluarkan modal besar," tandasnya.
Menurutnya, untuk membuka satu unit pertashop modalnya paling tidak Rp 500 juta. Itu belum termasuk tanah.
"Costnya lumayan tinggi. Dibandingkan jual pertalite eceran, kita beli jirigen 11 ribu itu bisa jual. Mereka bisa kulak secara sembunyi-sembunyi. Dengan hasil untuk sekarang masih menguntungkan jual pertalite eceran," lanjut dia.