BATANG - Pembangunan Gedung perkuliahan Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU) Universitas Diponegoro (Undip) di Kabupaten Batang yang berlokasi di Desa Tumbrep, Kecamatan Bandar, telah selesai sepenuhnya.
Oleh karenanya, dikatakan Ketua Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Undip Kabupaten Batang, Retno Dwi Irianto, bahwa mulai April 2021 nanti 500 an mahasiswa sudah bisa memulai kegiatan perkuliahan di gedung tiga lantai tersebut.
"Bangunan kampus di Desa Tumbrep sudah selesai pengerjaannya, untuk itu mulai April kegiatan perkuliahan yang semula dilaksanakan di Jalan Dr Wahidin sudah akan dipindahkan semua. Kita akan mulai aktivitas di kampus baru," ujar Retno yang juga menjabat sebagai dosen.
Ia mengatakan, proses perkuliahan akan diatur sedemikian rupa di kondisi pandemi Covid-19. Sebab, kata dia, ada beberapa mata kuliah yang memang harus menerapkan pembelajaran tatap muka.
"Nanti ada pengaturan tersendiri, sudah ada rambu-rambu dari rektor. Karena ada beberapa mata kuliah tertentu yang memang harus melakukan aktivitas langsung, tapi dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat," katanya.
Adapun dijelaskan Retno, selain memiliki jurusan D3 Perpajakan dan D3 Kehumasan, tahun 2021 ini PSDKU Undip di Batang akan menambah satu jurusan lagi, yakni S1 Agribisnis.
"Insya Allah tahun ini ada penambahan satu jurusan lagi, yakni S1 Agribisnis. Jurusan ini nantinya akan didukung dengan ketersediaan gedung pengembangan penelitian," terangnya.
Pembangunan gedung pengembangan penelitian itu sendiri, kata Retno, direncanakan dibangun tahun 2021 ini.
"Rencana pembangunan masih menunggu ketersediaan akses jalan keluar masuk kendaraan proyek. Sebab letak rencana pembangunan gedung tidak berada di pinggir jalan, melainkan masuk ke dalam lokasi permukiman warga," jelasnya.
Ditambahkan Retno, Undip telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp25 miliar untuk pembangunan gedung pengembangan penelitian itu. "Nantinya akan disinkronkan dengan edukasi wisata (eduwisata). Jadi tidak hanya digunakan untuk penelitian dan untuk pembelajaran saja, melainkan juga bisa untuk wisata lokal. Masyarakat yang ingin tahu tentang pengolahan minyak atsiri juga bisa melihatnya secara langsung," pungkasnya. (fel)