Atap Rumah Kosan Terbang Disapu Angin

Kamis 28-10-2021,14:00 WIB

KARANGANYAR - Atap baja ringan rumah kost di Dukuh Geritan, Desa Kayugeritan, Kecamatan Karanganyar, terbang disapu angin kencang. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam bencana ini. Namun dua rumah warga mengalami kerusakan.

Berdasarkan pantauan, Rabu (27/10/2021) pagi, atap baja ringan rumah kost itu tampak nyangkut di atap rumah sekaligus warung di sebelah baratnya. Jarak rumah kost dengan rumah di sisi baratnya sekitar 5 meter. Semua bagian atap rumah kost itu benar-benar terangkat dan berpindah tempat akibat terjangan angin yang begitu kencang pada Selasa (26/10/2021) sore. Saat hujan deras disertai angin kencang mengguyur sebagian besar wilayah Karanganyar.

"Hujan deras dan anginnya sangat kencang. Saya juga ndak berani ke luar rumah. Tiba-tiba atap rumah sebelah lepas diterjang angin," tutur Yanti, pemilik rumah di sebelah rumah kost itu.

Kepala Desa Kayugeritan Mulyatno mengerahkan warganya untuk bekerja bakti membersihkan material atap baja ringan itu, kemarin pagi. Akibat atap baja ringan itu besar dan sangat berat, ia pun menerjunkan alat berat untuk bisa mengevakuasinya dari atap rumah sebelahnya. Proses evakuasi atap baja ringan itu cukup lama. Hampir satu jam.

"Kemarin sore itu turun hujan dengan intensitas tinggi dan disertai angin sangat kencang sekitar pukul 16.00 WIB sampai 17.00 WIB," terang Mulyatno.

Dalam kejadian itu ada dua rumah warga yang rusak di bagian atapnya setelah diterbangkan angin.

Ia mengatakan, dalam kejadian ini tidak ada korban jiwa. Hanya kerugian material saja.

"Ini warga bergotong-royong membantu membersihkan material. Saya juga mendatangkan alat berat untuk mengevakuasi atap baja ringan yang terbang ke atap rumah milik warga," ungkapnya.

Sementara itu, Zainal Abidin (50), pemilik rumah kost, mengaku kaget saat atap rumahnya tiba-tiba saja terangkat dan dibawa angin hingga ke rumah warga di sebelahnya.

"Pada saat kejadian, penghuni kost tidak ada di rumah dan sedang keluar semua. Alhamdulillah selamat semua," katanya.

Ia menambahkan, kerugian akibat bencana ini sekitar Rp 20 juta. "Semoga ada bantuan dari pemerintah," tambahnya.

Potensi bencana angin kencang dalam beberapa hari terakhir menghantui Kabupaten Pekalongan. Sebelumnya, pohon-pohon besar di jalur Karanganyar-Lebakbarang juga roboh saat hujan disertai angin kencang. (had)

Tags :
Kategori :

Terkait