Kades Kulu Setyo Nimpuno mengatakan, berdasarkan laporan yang masuk ke pemerintah desa ada 37 orang di desanya terserang penyakit chikungunya. Dari puluhan warga tersebut, ada yang sudah sembuh, ada yang belum sembuh.
"Ini kasus yang terbaru, sekitar lima harian ini, cukup parah juga kondisinya seperti yang tadi lihat sampai ndak bisa gerak. Satu keluarga juga yang kena," ujar dia.
Dikatakan, di Desa Kulu kasus chikungunya terjadi di dua pedukuhan. Yakni, di Dukuh Kaum dan Kulu Timur. Menurutnya, kasus itu mulai merebak sekitar setengah bulan ini.
"Kami dari pihak desa sudah komunikasi secara intens dengan pihak Puskesmas melalui bidan desa," kata dia.
Dari pihak Puskesmas, lanjut dia, sudah menyampaikan ke dinas untuk melakukan tindakan fogging. "Walaupun fogging memang tidak bisa memberantas ya. Tapi sudah disampaikan, dari dinas sudah menjanjikan fogging akan dilakukan minggu depan," katanya.
Pihak desa juga sudah mengimbau masyarakat untuk menggerakkan program PSN (pemberantasan sarang nyamuk). "Dan kita kepada masyarakat, melalui RT RW maupun kadus, juga pemuda, untuk secara aktif melakukan PSN," ungkapnya. (had)