**Pemkab Gencarkan Vaksinasi
KAJEN - Dunia tengah menghadapi gelombang tiga pandemi Covid-19. Meski belum terjadi di Indonesia, Pemkab Pekalongan berupaya mengantisipasinya dengan meningkatkan herd immunty masyarakat. Percepatan vaksinasi secara masif akan dilakukan secara keroyokan antara pemkab, TNI, dan Polri.
"Beberapa negara di luar negeri menghadapi adanya serangan virus ketiga ini. Harapan kami tidak bisa masuk ke Indonesia. Sehingga virus AY.1 ini betul-betul hanya ada di sana. Tetapi kita harus memberikan kekebalan secara populasi secepatnya. Itu strategi yang kita lakukan," tandas Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan, Setiawan Dwiantoro, Rabu (15/9/2021).
Percepatan vaksinasi secara lebih masif itu dihasilkan dalam rakor satgas Covid-19 kabupaten.
"Rakor kemarin kita harus melakukan percepatan vaksinasi. Di minggu ini harus ada percepatan vaksinasi yang lebih masif lagi. Karena level itu ditentukan juga oleh faktor vaksinasi. Besok (hari ini, red) kita rapat percepatan vaksinasi," ujar dia.
Usai rapat itu, jajaran pemkab, TNI, dan Polri akan langsung bergerak melakukan vaksinasi massal di Kecamatan Paninggaran. "Besok kita vaksinasi di Paninggaran. Ada 1200-an lebih sasarannya. Kita keroyokan bersama TNI dan Polri," katanya.
Disebutkan, capaian vaksinasi di Kabupaten Pekalongan hingga kemarin sudah 34,42 persen. Dalam satu pekan ini harus ada penambahan sekitar 8 persen.
"Target capaian harian minimal 8 ribu harus tercapai. Dalam satu minggu 40 ribu harus tercapai. Itu akan kita coba," ungkapnya.
Untuk mencapai target itu, lanjut dia, semua unsur akan dikerahkan. "Karena ini untuk mempercepat kekebalan individu, kekebalan kelompok, kekebalan masyarakat. Herd immunity harus tercapai. Karena menghadapi adanya serangan virus ketiga ini di luar negeri sana," tandas dia.
Selain ditekankan adanya percepatan vaksinasi yang lebih masif lagi, dalam rakor itu juga ditekankan testing dan tracing akan tetap dilaksanakan. Testing dan tracing ini menggunakan random sampling.
"Sehingga persiapan kesiapsiagaan kita menghadapi serangan ketiga harus tetap dikedepankan," tandasnya.
Target harian untuk testing dan tracing, kata Wawan, minimal 2 ribu. Itu sesuai dengan target yang diberikan pusat ke Kabupaten Pekalongan.
"Kita dalam satu minggu ini ada 8800 sampling yang kita lakukan. Dari hasil itu ternyata banyak ditemukan kasus dari luar wilayah kita," terang dia.
Disebutkan, pada saat dilakukan razia secara acak di titik tertentu, kebetulan ada warga luar Kabupaten Pekalongan yang melintas dan terjaring razia tersebut. Pada saat diswab antigen, ada yang hasilnya reaktif.
"Pas kebetulan melintas, kemudian terjaring kok positif. Dia pun ketika ditanya kondisinya sedang sakit. Kita koordinasi dengan daerah asalnya dan dijemput dari wilayah tersebut untuk penanganan selanjutnya," katanya.