Bangkai Ikan dan Kualitas Air Sungai akan Diuji

Rabu 03-03-2021,10:40 WIB

**Dugaan Sementara Ikan Mati Karena Sungai Tercemar

TIRTO - Paska temuan ribuan ikan air tawar mati di Sungai Sengkarang di Desa Pacar, Kecamatan Tirto, petugas dari Kantor Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Jawa Tengah mengambil sampel air sungai untuk diuji laboratorium, Selasa (2/3/2021).

Kabid Pencegahan dan Pengawasan Dinas Perkim dan LH Kabupaten Pekalongan, Pratomo, pihaknya sudah meninjau lokasi bersama dengan Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Pekalongan, kemarin pagi.

"Siang harinya kita juga mendampingi tim LH Provinsi Jawa Tengah ke lokasi, sekalian ambil sampel airnya untuk dibawa ke lab provinsi," terang Pratomo.

Disinggung apakah ikan-ikan itu mati karena air sungai tercemar limbah batik dan jinswash, ia mengatakan dugaan sementara memang seperti itu. Namun untuk kepastiannya, masih menunggu hasil uji lab dari sampel air yang sudah diambil tim LH provinsi.

Ditambahkan, di sekitar sungai itu terdapat 1 usaha jinswash dan 1 industri menengah besar. Untuk industri batik, kata dia, tidak mengalir ke arah sungai tersebut. Sementara itu, petugas dari Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pekalongan juga mengambil sampel bangkai ikan.

Tardi, selaku Penyuluh Perikanan Dinlutkan Kabupaten Pekalongan mengatakan, pihaknya akan menguji sampel itu.

"Baru akan diuji sampel. Jadi kami belum bisa menyimpulkan apa penyebab ikan-ikan ini mati," kata Tardi.

Seperti diberitakan, paska banjir besar beberapa waktu lalu, ribuan ikan air tawar seperti keting, wader, dan nila di Sungai Sengkarang di Desa Pacar, Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan, mati secara misterius.

Diduga ikan-ikan itu mati karena air sungai tercemari limbah batik dan jins wash yang ada di sekitarnya.

Warga Desa Pacar RT 4 RW 1, Wahyu Kurniawan (36), mengatakan, ribuan ikan itu mati diduga akibat pencemaran limbah batik dan jins wash di sekitar daerah tersebut.

"Kami sudah terkena musibah banjir lebih dari satu bulan, dan ini ditambah dengan pencemaran lingkungan. Rasanya sangat terganggu," ungkapnya.

Tidak hanya itu, lanjut dia, waktu banjir, air yang tercemar sudah masuk ke rumah-rumah warga, perumahan, dan sumur-sumur milik warga.

Bahkan, ada air sumur milik warga yang rasanya banger dan amis.

Menurutnya, kejadian ikan mati itu sudah lama terjadi. Namun, untuk jumlah ikan yang mati paling banyak baru-baru ini.

Tags :
Kategori :

Terkait