Banjir, Masyarakat Diminta Waspadai Listrik

Jumat 19-02-2021,14:20 WIB

KAJEN - Banjir di wilayah Pesisir Kabupaten Pekalongan beberapa hari terakhir kian tinggi. Bahkan satu remaja ikut menjadi korban karena kesetrum arus listrik disaat air banjir naik ke pemukiman warga. Oleh sebab itu masyarakat diminta untuk waspada guna mengantisipasi.

Seperti diketahui, seorang remaja alamat Desa Api Api Kecamatan Wonokerto, Rabu (17/02/2021) ditemukan tak bernyawa. Korban ditemukan setelah tersengat arus listrik kabel mesin cuci yang masih menempel di saklar. Sedangkan air naik menggenangi rumah.

Humas Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) PLN Pekalongan, Cristina kepada Radar Kamis (18/02/2021) mengatakan, untuk lebih aman ketika musim hujan datang atau banjir maka pastikan mematikan instalasi listrik. Kemudian cabut peralatan listrik yang masih tersambung dengan stop kontak.

"Antisipasi bahaya listrik saat banjir matikan listrik dari MCB. Cabut kabel dari sumber listrik, kemudian pindahkan elektronik ke tempat yang lebih tinggi, " katanya.

Namun apabila listrik tidak padam, lanjut dia, maka bisa hubungi contak center PLN 123.

Kemudian apabila banjir sudah surut untuk menyalakan pastikan semua dalam kondisi kering. Pastikan peralatan elektronik dalam keadaan kering dan kondisi kabel aman.

"Penormalan listrik bisa dilakukan setelah instalasi dipastikan kering dan aman, " terangnya.

Sebelumnya, naas menimpa seorang gadis berusia 18, HA pelajar asal Dukuh Dadaptulak Desa Api Api Kecamatan Wonokerto, Rabu (17/02/2021). Pasalnya, ia menjadi korban kesetrum listrik disaat air banjir masuk ke rumahnya.

Adapun peristiwa terjadi sekira pukul 00.30 WIB. Informasi beredar bahwa korban kesetrum listrik disaat hendak mengambil HP didekat mesin cuci. Korban tidak mengetahui kalau colokan kabel mesin cuci belum dicabut, sedangkan kondisi air banjir sudah masuk ke rumah dengan ketinggian 50 cm. Belum sempat mengambil HP, korban kesetrum hingga tak sadarkan diri hingga listrik padam.(yon)

Tags :
Kategori :

Terkait