BATANG - Warga Dukuh Ketapang, Desa Simbangdesa, Kecamatan tulis, mengeluhkan kerusakan jalan desa yang baru saja rampung dikerjakan. Berdasarkan pantauan lapangan, banyak aspal jalan yang mengelupas dan berlubang, sehingga mengganggu pengguna jalan.
Dikatakan Hariyanto, warga setempat, bahwa pengerjaan proyek jalan itu baru saja selesai pada Desember 2021 lalu, dan sudah mulai mengalami kerusakan pada Januari 2022.
"Konstruksi atau spesifikasi jalan tidak bagus. Baru sebulan sudah rusak. Padahal sudah tahu, kalau jalan desa ini sering dilewati kendaraan kendaraan berat. Maka semestinya konstruksi jalannya harus lebih kokoh," katanya, Kamis (10/3/2022).
Ia berharap, warga jangan tersulut emosi, dengan menyalahkan para kendaraan berat yang lalu lalang di desa. Melainkan konstruksi jalan yang memang tidak sesuai dengan spesifikasinya. "Kami harap, baik pada pemerintah desa maupun kontraktor yang mengerjakan jalan dapat membenahi kerusakan jalan tersebut. Karena mungkin masih dalam masa pemeliharaan," katanya.
Sementara itu, Kepala Desa Simbangdesa, Budiyanto mengakui, bahwa memang ada kerusakan jalan desa itu. Penyebabnya karena memang sering dilalui kendaraan berat. "Ya, kami menyadari banyak lalu lalang kendaraan berat yang melalui jalan itu. Sedangkan memang spesifikasi jalan tidak memenuhi atau tidak sesuai," ujarnya.
Ia menyebutkan, pengerjaan jalan itu menelan anggaran Rp200 juta yang berasal dari Provinsi Jawa Tengah. Adapun kontraktor yang mengerjakan adalah CV 35. "Terkait adanya kerusakan jalan, pihak kontraktor siap melakukan perbaikan, karena masih menjadi tanggung jawabnya dalam masa pemeliharaan," tandasnya. (fel)