**Jalan Desa Legokclile dan Desa Rejosari
**Warga Tiga Desa Putuskan Buat Polisi Tidur
BOJONG - Selama ini Jalan Raya bulan sawah perbatasan Desa Legokclile dan Desa Rejosari Kecamatan Bojong menjadi tempat balapan liar. Sekelompok pemuda dari berbagai wilayah bertemu di lokasi tersebut untuk balapan.
Aksi nekad para pemuda itu membuat warga resah. Karena takut jatuh korban atas aksi balap liar tersebut, warga tiga desa yakni Desa Rejosari, Legokclile dan Bojong Lor, sepakat untuk membuat polisi tidur. Dengan adanya polisi tidur, diharapkan para joki balapan liar kesusahan saat beraksi.
Hal itu dibenarkan Kapolsek Bojong AKP Suhadi, kemarin. Kata diam, polisi tidur itu dibuat atas insiatif warga sekitar yang resah dengan adanya balap liar yang kerap dilakukan. Karena sebelumnya, warga setempat selalu mengajukan permohonan dalam setiap forum Musyawarah Desa untuk pemasangan polisi tidur, namun sayangnya hal itu tertunda.
"Sudah berulang kali agar dibuat polisi tidur agar tidak lagi untuk balap liar, " katanya.
Kapolsek juga mengingatkan bahwa dalam pembuatan polisi tidur tidak sembarangan. Pasalnya, polisi tidur mempunyai aturan baku yang harus dipenuhi agar bangunan pembatas kecepatan itu tidak membahayakan pengguna jalan.
"Dalam membuat polisi tidur itu tidak boleh sembarangan, ada aturannya. Aturan ini seperti mengenai ukuran, ketinggian, sudut dan juga harus diberi warna sehingga bisa terlihat pengendara,"terangnya.
Dijelaskan, selama ini Polsek Bojong sudah seringkali melakukan patroli pagi, siang dan malam. Namun para pebalap itu terkesan sudah mengetahui waktu polisi patroli. Mereka melakukan balapan saat polisi patroli di kawasan lain.
"Patroli kan muter ke mana-mana. Jadi saat ada polisi, mereka tidak aksi, tapi saat tidak ada polisi, mereka melancarkan aksi,"tandasnya.(yon)