*Hari Ini Mulai Uji Coba SMP/SMA
BATANG - Mulai Selasa (6/4/2021) hari ini, lima sekolah percontohan di Kabupaten Batang melaksanakan program uji coba Pembelajaran Tatap Muka (PTM) sesuai instruksi Gubernur Jateng. Sekolah tesebut, antara lain SMAN 1 Gringsing, SMKN 1 Warungasem, SMPN 2 Limpung, MAN Batang dan juga MTsN Batang.
Dalam pelaksanaan uji coba yang akan digelar hingga 17 April itu, sekolah pun melarang siswa yang berasal dari zona merah untuk mengikuti PTM. Siswa yang masih dalam zona merah tetap dilayani pendidikannya dalam pembelajaran jarak jauh (daring).
Hal ini seperti yang dilaksanakan MAN Batang. Dalam PTM kali ini hanya sekitar 60 siswa yang mengikuti PTM yang dibagi menjadi dua sesi. Untuk sesi pertama, dilaksanakan mulai pukul 07.00-09.00 WIB. Sedangkan sesi dua dilaksanakan pukul 09.30-11.30 WIB. Para siswa tersebut sebelumnya telah dipilih baik terkait kondisi kesehatannya, status zonasi domisili dan pertimbangan lainnya.
"Kami bersama Dinkes selektif memilih siswa yang mengikuti PTM ini. Kebetulan siswa kami kebanyakan juga dari luar Kecamatan Batang, sehingga kami minimalisir siswa yang menggunakan transportasi umum, untuk mengikuti PTM. Untuk siswa yang berasal dari zona merah kami prioritaskan untuk belajar di rumah dan dilayani secara daring," ujar Wakil Kepala Kurikulum MAN Batang, Zunati Jumah SPd.
Dijelaskan, dari sekitar 400 lebih siswa kelas 10 dan 11 hanya dipilih 60 siswa saja yang mengikuti PTM. Diakuinya, banyak siswa yang kecewa lantaran belum terpilih untuk mengikuti PTM. Namun hal ini dilakukan pihaknya sebagai upaya antisipasi penyebaran Covid-19.
"Sebenarnya banyak siswa yang sudah ingin ikut PTM. Namun karena daerah asal mereka masih zona merah, ataupun karena mereka rawan terpapar Covid-19 karena menggunakan transportasi umum dan lainnya, akhirnya kami putuskan untuk memilih 60 murid saja. Ke depan mungkin akan dilaksanakan evaluasi secara internal untuk pelaksanaan uji coba PTM selanjutnya," pungkasnya.
Kasi Pendidikan Madrasah Kemenag Batang, Munif menjelaskan, untuk pelaksanaan PTM tahap pertama ini memang hanya dibatasi 50 persen dari jumlah kuota per kelas. Selain itu, PTM dilaksanakan secara ketat berkoordinasi dengan Puskesmas setempat. Untuk proses keluar masuk siswa juga dilaksanakan dengan dua pintu yang berbeda, sehingga meminimalisir penyebaran Covid-19.
"Kami laksanakan ujicoba ini secara ketat agar meminimalisir penyebaran Covid-19. Karena jika ujicoba ini berhasil, bisa jadi nantinya akan semakin banyak sekolah yang akan melaksanakan uji coba. Dengan harapan bisa sebagai pertimbangan untuk melaksanakan program tatap muka untuk tahun ajaran baru ke depan," pungkasnya. (nov)