BATANG - Istri maupun warga sekitar tidak menyangka jika MF ditangkap tim Densus 88 Mabes Polri karena terlibat jaringan teroris. Pasalnya, selama ini terduga dikenal sebagai seorang ustadz dan biasa bergaul dengan warga sekitar.
Kepala Desa Sempu, Kecamatan Limpung, Puji Hantoro mengungkapkan, dirinya mengetahui adanya penangkapan tersebut dari jamaah masjid, sekitar pukul 09.00 wub. Pihaknya mengaku kaget, karena selama ini MF dikenal sebagai ustad dan sering mengisi pengajian di masjid Nurul Hidayah. Ceramah yang diberikan oleh MF juga biasa saja, tidak ada yang aneh.
"MF sendiri selama ini sepengetahuan saya orang yang baik dan sering bergaul dengan warga. Selain itu, ceramahnya di masjid juga biasa saja, jadi tidak menyangka sama sekali (terlibat jaringan teroris) diamankan oleh tim Densus 88," ungkap Puji Hantoro, Senin (14/02/2022).
Puji Hantoro juga menjelaskan, jika adik MF yang ikut ditangkap oleh tim Densus 88 belum terdaftar sebagai warga Desa Sempu. Meskipun N (25) sudah sekitar tiga tahun tinggal di rumah kakaknya. Sedangkan istrinya, DP (38) merupakan warga asli Desa Sempu.
"Untuk N sendiri statusnya masih warga Tasikmalaya, meskipun sudah tiga tahun tinggal di rumah kakaknya. Selama ini mereka membuka usaha isi ulang galon air mineral," jelas Puji.
Sementara itu, DP (38) yang merupakan istri MF mengaku mendapat kabar suamknya ditangkap dari warga sekitar masjid sekira pukul 06.30 wib.
"Ada warga yang ngabari, kalau suami saya (MF) dan adiknya dibawa oleh orang tidak dikenal saat di depan masjid. Saya kaget atas penangkapan itu, karena selama ini suami saya biasa saja dan tidak pernah macam-macam," kata DP.
DP mengungkapkan bahwa suaminya selama ini biasa mengisi pengajian di masjid, dan sehari-hari membuka usaha isi ulang air mineral dan bertani. "Tidak ada yang aneh dari keseharian suami saya (MF), sehingga tidak tahu alasan dia ditangkap," beber wanita yang sudah dikaruniai 5 anak ini.
Kepastian suaminya beserta adiknya ditangkap oleh Densus 88 Mabes Polri sendiri baru diketahui oleh DP dari perangkat desa sekitar pukul 09.00 wib. Selang tak lama kemudian, petugas datang dengan membawa surat penggeledahan.
Pada penggeledahan itu, petugas membawa buku-buku koleksi suaminya dan dua laptop. "Meskipun suami saya sudah dibawa, tapi saya tidak tahu-menahu untuk soal penangkapannya," tandasnya.
Terpisah, Kapolres Batang AKBP M Irwan Susanto ketika dikonfirmasi awak media membenarkan adanya penangkapan itu.
"Betul, ada penangkapan (terduga teroris) dari Tim Densus 88, cuma saya TO-nya (target operasi) enggak tahu karena yang menangkap dari Mabes Polri dan dibawa ke Mapolda Jateng," tutup AKBP Mochamad Irwan Susanto. (don)