Sementara itu, kata dia, meja empat untuk pencatatan dan observasi. "Setelah dilakukan vaksinasi tentunya yang bersangkutan istirahat dan kita observasi dengan gradasi antara 15 menit hingga 30 menit. Bisa sampai satu jam jika terjadi hal-hal yang tidak diikutan. Itu namanya kejadian ikutan paska imunisasi (KIPI)," kata dia.
Jika terjadi KIPI pihaknya menyiapkan ruangan khusus untuk menanggulangi hal-hal yang tidak diinginkan. "Kita juga punya tim KIPI tingkat kabupaten. Jika KIPI bersifat ringan dan sedang bisa kita tangani sendiri. Kalau bersifat berat, sudah ada tim dari RSUD Kajen dan Kraton. Karena yang ditunjuk sebagai rumah sakit rujukan KIPI adalah RSUD Kajen dan Kraton," ujar Bambang.
Disinggung adanya beberapa pejabat yang kemarin tidak jadi divaksin, ia mengatakan, ada beberapa personel yang ditunda. Itu karena adanya komorbid, ada pula karena tengah berpuasa.
"Tadi ada yang ditunda tapi dilaksanakan hari ini karena yang bersangkutan puasa. Kan ndak bisa itu dilakukan vaksinasi. Sehingga nanti tadi pak Kemenag diminta buka puasa dulu baru dilaksanakan. Ada juga yang tensinya tinggi makanya ditunda dulu.
Ditunda bukan berarti ndak dilaksanakan. Jika hipertensi kita usahakan ada penurunan tensinya baru dilaksanakan vaksinasi. Kalau DM kita lakukan pengobatan untuk menurunkan DM-nya. Kalau sudah normal baru dilaksanakan vaksinasi," terang dia.
Dikatakan, pihaknya ikut berkontribusi dalam menurunkan angka kejadian Covid-19 dengan vaksinasi tersebut. Pasalnya, tidak hanya di Kabupaten Pekalongan tapi di seluruh kabupaten di Jawa Tengah menunjukkan angka tren kasus yang meningkat.
"Setekah dicanangkan oleh pak Bupati, Puskesmas dan faskss yang ditunjuk nanti serentak melakukan vaksinasi. Juga sama melalui empat tahapan itu," ujar dia. (had)