Duh!! AKN Kajen Tutup

Kamis 30-09-2021,14:00 WIB

KAJEN - Akademi Komunitas Negeri (AKN) Kajen saat ini tutup. Sejak tahun 2020, AKN Kajen yang menginduk ke Politeknik Negeri Bandung (Polban) sudah tidak menerima mahasiswa baru.

Direktur AKN Kajen, Mujiyanto, ditemui di Kampus 2 AKN di Desa Tanjungkulon, Kajen, Rabu (29/9/2021), membenarkan AKN Kajen sudah tutup. Dikatakan, AKN pada awalnya disiapkan sebagai rintisan perguruan tinggi negeri di tingkat level D2 selama lima tahun. "Program sudah berjalan lima angkatan dan semuanya sudah terselesaikan dengan baik. Semuanya sudah diwisuda. Sudah berjalan tuntas," ungkapnya.

AKN Kajen dibawah binaan Politeknik Negeri Bandung. Semestinya, kata dia, ada kelanjutannya. "Waktu itu sudah dirancang, dirintis sedemikian rupa apakah akan menjadi politeknik atau tetap menjadi program D2. Namun barangkali AKN di Indonesia ini sudah banyak yang tidak bisa berjalan sebagaimana mestinya akhirnya kebijakan itu diberlakukan sama antara yang masih hidup dan yang sudah tidak bisa beroperasi lagi," katanya.

Selanjutnya, oleh pusat kelanjutan nasib AKN itu diserahkan kepada perguruan tinggi pembinanya. Untuk kelanjutan nasib AKN Kajen, kata dia, diserahkan ke Polban melalui skema Program Studi Diluar Kampus Utama (PSDKU).

"Perguruan tinggi yang diserahi semacam itu diharapkan untuk bisa melanjutkan program AKN tersebut. Namun ternyata perguruan tinggi pembina ini pada posisi tempatnya jauh, perlu pembiayaan, dan sebagainya, karena Polban bukan PTNBH tapi perguruan tinggi satker maka tidak memungkinkan bisa melaksanakan PSDKU," kata dia.

Akibat perguruan tinggi pembina tidak bisa membuka PSDKU, maka rintisan AKN ini pada akhirnya harus berhenti. "Tidak melakukan perkuliahan sejak satu tahun yang lalu. Tahun 2014 kita mulai. Sudah berjalan lima angkatan. Satu angkatan itu masing-masing dua tahun. Berarti berjalan kurang lebih sudah selama tujuh tahun. Tujuh tahun itu semuanya tuntas dari 2014 sampai 2020. Tahun 2021 ini kita sama sekali tidak melaksanakan penerimaan mahasiswa baru," ujarnya.

Disebutkan, setiap angkatan itu mahasiswanya ada 32 orang. Di AKN ada tiga program studi, sehingga setiap angkatan itu ada sekitar 96 mahasiswa. "Di setiap angkatan itu sekitar 60 persen bisa selesai," ujar dia.

Disinggung nasib dosen dan karyawan AKN, Mujiyanto mengatakan, untuk sumber daya manusia yang ada di AKN sebagian diberi kesempatan untuk bergabung dengan Polban. Menurutnya, ada lima dosen yang bergabung ke Polban. Yaitu, satu dosen teknik mesin, dua dosen teknik kimia, dan dua dosen dari informatika.

"Selebihnya ya akhirnya karena tidak mau bergabung memilih untuk tinggal di rumah," katanya.

Ia sendiri sangat menyayangkan AKN Kajen tutup. Diakuinya, AKN salah satu alternatif karena perguruan tinggi yang ada di Kabupaten Pekalongan ini rata-rata murni sains. AKN itu vokasi. Sehingga apapun bentuknya nanti di Kabupaten Pekalongan ini ada perguruan tinggi yang bisa melaksanakan tugas vokasi tersebut.

"Wilayah Kabupaten Pekalongan ini jelas daerah vokasi. Ini ditandai lebih banyak SMK daripada SMA. Kegiatan masyarakatnya merupakan kegiatan vokasi. Hampir sebagian besar kan wirausaha. Sehingga perguruan tinggi vokasi itu sangat pas sebagai bentuk alternatif perguruan tinggi yang sudah ada," kata dia.

Ditambahkan, untuk aset berupa peralatan laborat tiga prodi, yakni prodi informatika, mesin, dan kimia, yang berasal dari APBN oleh Polban dihibahkan ke ITS NU. Sehingga aset itu bisa tetap bermanfaat bagi pengembangan pendidikan vokasi di Kabupaten Pekalongan. (had)

Tags :
Kategori :

Terkait