Edukasi Digencarkan, Vaksinasi Digenjot

Jumat 30-07-2021,21:00 WIB

Bupati Fadia tampak kerap memantau vaksinasi, baik di pabrik, sekolah, pondok pesantren, hingga vaksinasi untuk masyarakat umum.

"Saya senang melihat langsung di lapangan. Masyarakat tampak antusias. Tapi saya pesan, supaya tetap menjaga protokol kesehatan di lokasi vaksinasi," pesannya.

Hingga 30 Juli 2021, vaksinasi di Kabupaten Pekalongan sudah mencapai 11,68 persen. Itu untuk dosis pertama. Untuk dosis kedua, terealisasi 6,77 persen. Itu semua dari total sasaran 747.881 orang yang terdiri atas tenaga kesehatan, petugas publik, lansia, masyarakat rentan dan umum, dan terakhir remaja.

Menurut data di Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan, prosentase capaian vaksinasi memang masih tergolong rendah. Namun itu karena beberapa alasan. Pertama, karena ada tambahan jumlah sasaran yang membuat prosentase menjadi kecil. Kedua, karena pengedropan vaksin dari pemerintah provinsi terbatas dan bertahap. Ini membuat proses vaksinasi harus mengikuti jumlah stok vaksin.

Bupati Fadia Arafiq tak memusingkan angka-angka itu. Ia memerintahkan Dinas Kesehatan terus menggencarkan vaksinasi. "Saya ingin semua sasaran tervaksin. Kalau ada stok, harus langsung dikeluarkan. Fokus saja dengan realiasasinya, angka itu akan mengikuti," katanya.

Meski masih berada di zona merah, kasus per hari Covid-19 di Kabupaten Pekalongan berangsur menurun. Kabupaten Pekalongan berada di PPKM level 3. Namun Bupati Fadia Arafiq tak mau jumawa. Dalam berbagai kesempatan, ia selalu menyelipkan kampanye prokes dan edukasi tentang bahaya Covid-19.

Menurut data Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan, prosentase tingkat kesembuhan kasus covid-19 di Kota Santri kini 86,79 persen. Pada Kamis (29/7/2021), total ada 86 pasien covid-19 yang dirawat. Angka itu turun pada Jumat (30/7/2021) menjadi 62 orang. Sejauh ini, dari total 5.580 kasus, sudah 4.705 orang sembuh. Fadia menekankan, masyarakat jangan lengah.

"Jangan lengah. Mari terus saling menjaga. Tetap patuhi protokol kesehatan," pesan Fadia.

Ajakan dan imbauan semacam itu terus Fadia serukan dalam berbagai kesempatan. Termasuk saat peninjauan kegiatan vaksinasi maupun rapat-rapat. Ia memerintahkan camat dan kepala desa juga melakukan hal yang sama.

"Jika semakin sering dan banyak yang mengingatkan, masyarakat tidak akan lengah," kata Fadia. (Adv/had)

Tags :
Kategori :

Terkait