BATANG - Enam investor tempati lahan 450 hektar di Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang. Hal itu diungkapkan Direktur PTPN IX, Dodik Ristiawan, belum lama ini.
Dodik mengatakan, enam investor yang sudah pasti menanamkan modalnya di KIT Batang itu merupakan perusahaan perusahaan dari luar negeri semua. "Ya, Foreign Direct Investment (FDI), mereka berasal dari luar negeri atau pihak asing. Adapun total nilai investasinya saya kurang hafal," ujar Dodik.
Diketahui, perusahaan itu bergerak di bidang tinta, aluminium, keramik, pipa, dan kaca yang berasal dari sejumlah negara asing, seperti Belanda, Korea, dan China.
"Adapun kebutuhan tenaga kerja di KIT kisaran angka 2 ribu ke atas tentunya. Oleh karenanya, silahkan warga Batang dapat memanfaatkan peluang ini," ungkapnya.
Bupati Batang, Wihaji mengatakan, bahwa eksistensi pemerintah daerah terhadap Kawasan Industri Terpadu Batang masih sesuai tugas pokok dan fungsinya.
"Kami masih on the track karena semua investor selalu berkomunikasi dengan baik. Kami punya namanya pintu perizinan, semuanya dilayani dengan baik, cepat, mudah, transparan, dan sesuai regulasi," katanya.
Wihaji menyebutkan, KITB menjadi salah satu kawasan industri di Indonesia yang digadang-gadang pemerintah pusat untuk pemulihan ekonomi dari dampak pandemi Covid-19.
"Sesuai perintah Presiden Joko Widodo, bahwa semangat KITB untuk menciptakan lapangan kerja. Oleh karena itu, kami melakukan support untuk merah putih," tandasnya.
Bupati mengatakan, kehadiran KITB dipastikan akan mengubah perekonomian daerah setempat karena simpul ekonomi akan berputar sangat cepat dengan berdirinya perusahaan-perusahaan.
Selain itu, kata dia, hadirnya, KITB di Kabupaten Batang, tentunya akan banyak menyerap tenaga kerja yang diperkirakan lima tahun ke depan bisa mencapai ratusan ribu orang.
"Saya memperkirakan ekonomi akan tumbuh secara otomatis karena ada tenant, ada pekerjaan, uang akan berputar yang secara otomatis, daya beli pasti naik," katanya.
Ia mengatakan, saat ini Pemkab terus melakukan persiapan sumber daya manusia agar masyarakat di daerah setempat tidak hanya menjadi penonton saja dengan hadirnya KITB. (fel)