KAJEN - Cuaca ekstrem yang melanda wilayah Kota Santri tidak hanya membuat bencana banjir wilayah pentura saja. Wilayah dataran tinggi juga diterpa bencana. Seperti yang terjadi Rabu (04/01/2023) di Desa Windurojo Kecamatan Kesesi. Desa tersebut diterpa banjir bandang dan mengakibatkan sejumlah rumah rusak.
Informasi yang diperoleh, bencana banjir bandang terjadi sekitar pukul 16.00 Wib. Sore itu Kota Santri diguyur hujan lebat. Akibat hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan banjir bandang dan tanah longsor.
Longsoran tanah dan banjir bandang mengenai bangunan rice mill hingga rusak milik Sugito. Tak hanya itu enam rumah warga lain juga rusak diantaranya milik Warni, Ratini, Wasturi, Sanuri, Darno dan Drajat.
Atas kejadian itu, sejumlah warga langsung melakukan penanganan darurat dengan membuat tanggul sementara supaya air tidak masuk pemukiman.
Gagi harinya, petugas gabungan bersama warga turun ke lokasi melakukan pembersihan puing puing rumah yang rusak. Mereka juga membuat tanggul darurat menggunakan tanah dimasukan karung agar air tidak menerjang pemukiman.
Kepala Pelaksanan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pekalongan, Budi Raharjo, membenarkan adanya kejadian itu. Kata dia, banjir bandang disebabkan luapan aliran sungai Gandok Desa Windurojo Kecamatan Kesesi yang masuk ke pemukiman. Luapan air sendiri akibat sungai tertutup longsoran.
"Petugas gabungan langsung turun ke lokasi untuk melakukan penanganan. Alat berat juga diturunkan untuk membantu membuka sungai yang tertutup longsor, "katanya.
Tak hanya banjir bandang, jalan kabupaten lokasi di Desa Windurojo juga ada yang ambles sehingga tidak bisa dilewati kendaraan sedalam 1 m dengan panjang 10 m.
Warga yang tempat usahanya terkena banjir bandang, Sugito mengaku tak mengira akan ada banjir bandang hingga mengenai rice mill.
"Saya tak mengira akan terkena bencana," ungkapnya. (Yon)