*Stok Masih Langka, Disperindag Usulkan OP Lanjutan
BATANG - Sebanyak 12 ton minyak goreng (migor) curah ludes dalam pelaksanaan operasi pasar akhir pekan lalu di Pasar Batang dan Limpung. Dengan kondisi migor curah yang masih langka di pasaran, pihak Diperindagkop dan UKM Batang meminta tambahan pasokan operasi pasar.
Hal ini seperti disampaikan Kepala Disperindagkop dan UKM Batang, Subiyanto saat diwawancarai pada Senin (11/4/2022). Menurutnya, jatah 12 ton tersebut baru menyasar Pasar Batang dan Limpung. Pihaknya berharap ada tambahan operasi pasar untuk Pasar Bandar dan Pasar Bawang.
"Untuk tahap ini realisasinya sebanyak 12 ton dari rencana awal 14 ton. Hal ini karena kendala kapasitas tangki dari kendaraan operasional pembawa minyaknya. Sehingga hanya bisa terealisasi 12 ton. Kami berharap nantinya PT Perusahaan Perdagangan Indonesia Persero (PT PPI) bisa kembali merealisasikan pasokan untuk operasi pasar kedua," ujar Subiyanto.
Pihaknya menjelaskan, dalam operasi pasar kali ini minyak curah dijual dengan harga Rp14.000 per liter atau Rp15.500 per kilogram. Operasi ini menyasar masyarakat sekitar dan juga pelaku UMKM. Di mana untuk kalangan rumah tangga dijatah 2 kilogram. Sedangkan untuk UMKM dijatah 5 kilogram.
"Jadi untuk UMKM ketika akan membeli minyak harus membawa persyaratan. Seperti menunjukkan KTP, menunjukkan izin usaha dan menyebutkan jenis usaha mereka," imbuhnya.
Disperindag berharap nantinya ada pelaksanaan operasi pasar tahap dua. Pihaknya berharap nantinya ada penambahan jatah migor curah pada operasi pasar selanjutnya.
"Ke depan kemungkinan ada kembali operasi pasar untuk yang Pasar Bawang dan Bandar. Harapan kami jatahnya bisa dilebihkan mengingat di Ramadan dan Lebaran nanti pasti permintaan minyak meningkat," pungkasnya. (nov)