KAJEN - Kabupaten Pekalongan untuk saat ini masuk kategori aman kasus Covid-19. Hanya ada satu kasus aktif yang masih menjalani isolasi mandiri (isoman). Meski demikian, masyarakat diimbau untuk tidak lengah, dengan tetap mematuhi protokol kesehatan. Yakni memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, dan mengurangi mobilitasnya. Selain itu, vaksinasi Covid-19 juga kunci untuk memerangi virus corona.
Berdasarkan data di laman corona.pekalongankab.go.id, per tanggal 31 Oktober 2021, pukul 12.00 WIB, ada satu pasien dirawat di RS, dan tiga lainnya menjani isolasi mandiri. Namun, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan, Setiawan Dwiantoro, Senin (1/11/2021), mengatakan, data di laman itu belum terupdating.
"Isolasi itu sebenarnya kasus lama. Kadang updating datanya beda. Itu kasus bulan Juli. Harusnya sudah selesai isomannya. Yang satu dirawat itu juga sudah meninggal dunia," terang dia.
Dikatakan, di Kabupaten Pekalongan saat ini sudah tidak ada pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit. Hanya ada satu kasus aktif di Kecamatan Kedungwuni yang sedang menjalani isolasi mandiri.
"Yang dirawat sudah kosong, dan yang di Kedungwuni ada satu, itu pun tinggal menunggu hari akan segera selesai isomannya. Hanya ada satu kasus aktif. Di laman itu kasus bulan Juli kok muncul lagi, makanya kemarin tak klarifikasi. Saat ini tidak ada penambahan kasus," ujar Wawan.
WASPADAI GELOMBANG TIGA
Disebutkan, Covid-19 merupakan kasus yang luar biasa. Pada saat ini, di negara lain seperti Amerika, Australia, dan Singapura terjadi peningkatan kasus. Oleh karena itu, meski saat ini masuk kategori aman kasus Covid-19, masyarakat diimbau untuk mewaspadai serangan gelombang ketiga Covid-19.
"Kita gelombang pertama dulu di bulan Maret, gelombang kedua di bulan Juli. Untuk gelombang ketiga harapan kami tidak terjadi.
Walaupun di negara lain terjadi. Namun kita harus waspada karena kedepan kita akan ada libur Natal dan Tahun Baru," kata dia.
Dikatakan, transmisi dari virus corona itu dari orang ke orang. Bukan dari yang lain.
"Kewaspadaannya di situ. Kita harus mewaspadai terjadinya penularan virus corona apabila memang ada kasus nanti akan terjadi penularan. Makanya harus waspada," tandasnya.
Libur panjang biasanya akan terjadi mobilisasi warga. Itu harus diwaspadai. "Bagaimana pun juga karena ranahnya orang ke orang maka dari orang ke orang itu lah yang mampu melakukan pencegahan.
Individu individu harus protektif. Yang belum vaksin divaksin," ujar dia.
Vaksin dan masker, lanjut dia, merupakan pasangan ideal yang harus dilakukan. "Pakai masker, juga sudah divaksin. Upaya pencegahannya hanya itu. Karena hanya bisa ditularkan dari orang ke orang," ungkapnya.
Ia mengakui corona untuk saat ini di Kabupaten Pekalongan memang sudah dikategorikan zona aman. Namun demikian, datangnya virus tidak tahu. Apalagi mobilitas orang dari luar wilayah yang masih terjangkit masuk ke Kabupaten Pekalongan juga banyak.