HIV/AIDS Tembus 1.400

Rabu 19-10-2022,12:00 WIB

*Kendalikan Persebaran, ODHA Perlu Dirangkul

BATANG - Sejak 2010 Forum Komunikasi Peduli Batang (FKPB) mencatat ada sekitar 1.400 kasus HIV AIDS di Batang. Angka ini pun diprediksi dapat semakin bertambah jika masyarakat dan seluruh stakeholder lainnya tidak mau terlibat dalam mengendalikan potensi persebarannya.

Oleh karenanya masyarakat dan pemerintah diminta tanggap untuk merangkul Orang dengan HIV AIDS (ODHA). Pasalnya jika dirangkul proses pengobatan mereka pun bisa lebih efektif. Selain itu, dengan merangkul ODHA juga sekaligus dapat mengendalikan potensi persebaran hingga mengurangi mata rantai penyebaran HIV AIDS.

"Saat ini kami terus menggencarkan sosialisasi penanganan HIV karena kasus ini masih dianggap tabu oleh masyarakat. Bahkan masih banyak yang malahan menjauhi ODHA, seharusnya mereka ini dirangkul bukan malah dijauhi," ujar Kordinator Program FKPB, Ahmad Nafis, ditemui usai acara rapat koordinasi sosialisasi penanganan HIV di Hotel Sendang Sari Kabupaten Batang, Selasa (18/10/2022).

Meskipun tidak bisa sembuh, lanjut Nafis, ODHA memiliki kesempatan untuk hidup lebih sehat. Salah satunya pengobatan dengan meminum obat antiretroviral (ARV) secara disiplin.

FKPB berharap nantinya banyak OPD lintas sektor yang terlibat dalam pencegahan HIV AIDS ini. Sehingga diharapkan nantinya ODHA juga semakin terbuka dan mau memberi tahukan kondisi kesehatan mereka agar segera ditangani.

"Untuk itu tugas kita saat ini mencari orang yang positif HIV agar dapat memutus mata rantai penyebarannya. Kasihan jika ada anak balita sudah positif HIV karena kurang peduli orang tua yang sudah positif HIV tapi tidak memberitahu pasangannya. Akhirnya yang terkena dampak anaknya. Maka dari itu, kita harus lebih banyak kampanye sosialisasi memutuskan mata rantai penyebaran HIV," jelasnya.

Selain itu, pihaknya juga berharap edukasi soal HIV AIDS ini bisa disampaikan ke para pelajar. Pasalnya penyakit ini banyak ditemukan di usia produktif, sekitar umur 19-30 tahun.

"Kami harap pelajar yang berusia remaja bisa mendapatkan edukasi terkait HIV AIDS. Sehingga ketika mereka menginjak dewasa mereka lebih mawas diri dalam bergaul," pungkas Nafis. (nov)

Tags :
Kategori :

Terkait