Waduh, Candi Bata Ditimbun Dulu

Rabu 02-11-2022,13:38 WIB

**Cegah Kerusakan, Tunggu Kelanjutan Ekskavasi

BATANG - Hingga saat ini belum ada kelanjutan proses eskavasi terkait Candi Bata yang ada di wilayah perkebunan PTPN IX di Desa Sawangan, Kecamatan Gringsing. Sebagai upaya antisipasi, candi tersebut sudah ditimbun kembali dengan tanah. Hal ini dilakukan untuk mencegah kerusakan situs tersebut.

Penimbunan ini pun sudah dilakukan sejak tahun 2019 lalu untuk menjaga kondisi candi. Dan nantinya akan segera dilakukan ekskavasi setelah ada anggaran. Pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Batang bahkan berencana memberikan pagar pelindung di sekitar situs.

"Itu rencana dari Disdikbud akan kami berikan pagar. Tentunya setelah candi itu kami buka kembali setelah sementara kami timbun untuk keamanan. Untuk langkah selanjutnya kami masih menunggu anggaran, kami berharap nantinya Pemkab Batang mendapatkan anggaran ekskavasi sehingga dapat menjaga kelestarian situs candi Bata tersebut," tutur Kabid Kebudayaan Disdikbud Batang, Affy Koesmoyorini usai mendampingi tim BPCB Jateng meninjau lokasi, Selasa (1/11/2022).

Tim BPCB Jateng juga mendukung upaya Pemkab Batang dan menyebutnya sebagai langkah terbaik yang bisa dilakukan saat ini. Sembari menunggu rumusan kajian terkait kelanjutan penelitian dan ekskavasi situs Candi Bata.

"Kalau dari dari aspek pelestariannya, saat ini masih aman. Karena terkendali dan terpendam dalam tanah, sehingga masih terawetkan dalam tanah. Tidak terkena panas dan tidak terkena hujan," ujar Pamong Budaya Ahli Muda Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jateng, Wahyu Broto R dan Winarto.

Pihaknya menyebut, ada potensi pelaksanaan ekskavasi. Meski begitu, BPCB akan mencoba menggunakan metode Ground Penetrating Radar (GPR). Metode ini nantinya akan mendeteksi luasan area situs tersebut, sehingga bisa meminimalisir kerusakan selama ekskavasi.

"Dengan metode ini kita bisa melihat kondisi tanah setelah menemukan anomali yang ada dalam tanah. Baru di titik tertentu kita lakukan ekskavasi," ujarnya.

Terkait kelanjutan penelitian Candi Bata ini pihaknya masih menunggu instruksi lanjutan. Terlebih Candi Bata saat ini juga masih dalam penelitian BRIN. Menurut Wahyu Broto, saat ini BPCB berusaha untuk merumuskan solusi dari kajian atas kunjungan kali ini. Sehingga nantinya dapat diteruskan kepada instansi terkait maupun Pemkab Batang.

"Dari hasil kunjungan ini akan kami laporkan ke pimpinan. Nantinya mungkin bisa dirumuskan solusi. Di sana ada mata air Balekambang, misalnya nanti dibuatkan semacam hutan lindung kecil saja. Pertama bisa untuk konservasi air, kedua konservasi lahan, ketiga untuk wisata dan keempat untuk ruang terbuka hijau," imbuhnya.

Ke depan pihaknya berharap ada kerja sama antara Pemkab Batang dan pihak terkait. "Kami berharap dinas bisa menjaga keamanan lokasi situs.

Kami di lain tempat akan merumuskan suatu hasil dari kajian mulai dari hari ini dan berikutnya. Nanti kita konsepkan bersama-sam untuk bisa maju ke pengelola atau bupati atau pihak lainnya," pungkasnya. (nov)

Tags :
Kategori :

Terkait