Pemudik Mulai Membludak

Kamis 29-04-2021,11:30 WIB

**Miliki Gejala, Siap-siap Dirapid Antigen

WIRADESA - Meskipun sudah ada larangan mudik dari pemerintah, pemudik dari luar kota kian membludak dan 'membanjiri' Kabupaten Pekalongan. Berdasarkan pantauan di simpang empat Gumawang, Wiradesa, Rabu (28/4/2021) dini hari, puluhan pemudik turun dari bus di traffic light Gumawang Wiradesa.

Achmad Jaelani (50), warga Desa Wonosari, Kecamatan Karanganyar, mengatakan, ia sengaja mudik lebih dulu untuk menghindari penyekatan di jalan raya. Karena, lanjut dia, pada tanggal 6 hingga 17 Mei 2021 sudah dilarang pulang kampung. Selain menghindari penyekatan di jalan raya, pekerjaannya di Jakarta juga sudah selesai. "Saya kerja di proyek bangunan perumahan di Jakarta. Proyeknya sudah selesai jadi pulang kampung lebih dulu," terang dia.

Jaelani mengungkapkan, selama perjalanan di jalan raya tidak ada penyekatan. "Dari Jakarta berangkat jam 20.00 WIB naik bus. Selama perjalanan tidak ada penyekatan dan Alhamdulilah lancar," ungkapnya.

Diki (29), warga Desa Karanggondang, Kecamatan Karanganyar, juga mengaku selama perjalanan dari Jakarta menuju Pekalongan tidak ada penyekatan, dan arus lalu lintas lancar.

"Saya di Jakarta jualan mie ayam, karena ada larangan mudik awal bulan Mei makanya tempat dagangan tutup lebih awal. Jadi pulang kampung lebih dulu," katanya.

Ia pulang kampung menggunakan bus, dan di dalam bus penumpangnya tidak penuh.

"Tadi sebelum masuk bus, protokol kesehatan dicek dahulu dari PO bus. Di dalam bus hanya ada 25 orang yang pulang ke arah Pekalongan," imbuhnya.

Berdasarkan data dari Bagian Tata Pemerintahan Kabupaten Pekalongan, hingga tanggal 27 April 2021 sudah ada 1.480 pemudik yang tiba di Kota Santri.

Sampling Rapid Antigen

Sementara itu, satgas Covid-19 tingkat desa dan kecamatan terus mendata dan memantau pemudik yang pulang kampung. Tim bahkan melakukan sampling rapid antigen terhadap pemudik.

Seperti yang dilakukan satgas di Desa Gejlik, Kecamatan Kajen. Tim bersama satgas kecamatan melakukan rapid antigen terhadap lima pemudik yang baru pulang kampung, kemarin.

"Lima pemudik kita sampling, Alhamdulilah hasilnya negatif semua," terang Kapolsek Kajen Iptu Isnovim, kemarin.

Untuk mendata dan memantau para pemudik, kata dia, satgas kecamatan akan mengaktifkan PPKM mikro. "Itu kan ada Babinsa, Babinkamtibmas, desa, dan Dinkes (Puskesmas). Kita kemarin rapat Muspika Kajen, tiap desa wajib update tiap hari jumlah pemudik yang datang," ujar dia.

Pemudik yang datang ini wajib didata atau melapor ke PPKM mikro. Di sana juga diimbau, pemudik yang sudah di kampung tidak boleh ke mana-mana dulu.

Tags :
Kategori :

Terkait