Tak Menyerah Untuk Ikut Vaksinasi

Rabu 01-09-2021,14:00 WIB

KARANGANYAR - Antusias warga untuk mendapatkan vaksinasi Covid-19 cukup tinggi. Meski skrining awal gagal, banyak warga yang tak menyerah agar bisa vaksin di penjadwalan berikutnya.

Fitri (48), warga Perum Pesona Griya Karanganyar, kemarin, mengatakan, dirinya sudah mencoba dua kali untuk bisa divaksin Covid-19. Pada jadwal vaksinasi di Desa Kayugeritan, ia datang untuk ikut vaksinasi. Namun saat itu tensinya tinggi, sehingga dirinya tak lolos skrining.

Untuk kedua kalinya, ia mencoba ikut vaksinasi di Desa Karangsari. Lagi-lagi ia gagal karena tensinya tinggi. Meski dua kali gagal vaksinasi karena tidak lolos skrining, tak membuatnya menyerah.

"Alhamdulillah yang ketiga kalinya di Puskesmas Karanganyar tadi siang saya tensinya turun dari 180 menjadi 170, sehingga bisa disuntik vaksin. Semoga suntikan kedua nanti tensi bisa normal," tutur dia.

Ia mengaku awalnya takut untuk ikut vaksinasi Covid-19. Karena informasi yang diperolehnya tentang vaksinasi masih simpang siur. Namun dengan banyaknya tetangga dan anak-anaknya ikut vaksin dan tidak ada dampak apapun, akhirnya ia berani untuk disuntik vaksin Covid-19.

"Semoga dengan vaksinasi ini bisa lebih aman dari virus corona. Apalagi terkadang saya bepergian jauh ke Padang untuk tilik keluarga besar di sana," kata dia.

Hal senada diutarakan Mbah Tuti, warga Desa Karangsari. Ia sudah beberapa kali mencoba ikut vaksinasi, namun tidak lolos skrining karena tensi tinggi."Saya ingin ikut vaksin agar lebih aman. Sudah beberapa kali mendatangi lokasi vaksinasi di desa tapi tensi tinggi terus. Semoga di jadwal ke depan tensi bisa turun, sehingga bisa disuntik," ungkap dia.

Sebelumnya diberitakan, animo masyarakat untuk mengikuti vaksinasi Covid-19 cukup tinggi. Meski demikian, di pelosok desa masih ada warga yang takut untuk divaksin dengan berbagai alasannya.

Salah satu warga Desa Kalipancur, Kecamatan Bojong, Kabupaten Pekalongan, mengaku tidak mau divaksin karena takut jarum suntik.

"Gak mau vaksin. Aku takut jarum suntik. Kalau ada apa-apa kamu mau tanggung jawab?", ungkapnya dengan nada tinggi saat diedukasi dan hendak diberi masker serta leaflet oleh relawan tim daerah Risk Communication and Community Engagement (RCCE) Majelis Pembina Kesehatan Umum (MPKU) Kabupaten Pekalongan, Sabtu (28/8/2021). Vaksinasi di desa ini sendiri akan dilaksanakan hari Rabu, 1 September 2021, di Balai Desa Kalipancur.

Menanggapi penolakan warga tersebut, relawan RCCE, drh Mu'tasim Billah, mengatakan, takut atau fobia terhadap jarum suntik adalah hal yang wajar dan memang ada yang mengalami hal demikian. Namun, Mu'tasim berharap agar warga tidak melakukan penolakan secara berlebihan.

Mu'tasim mengkhawatirkan kondisi warga yang tidak mau vaksin. Jika terpapar Covid-19 dan mengalami badai sitokin seperti yang dialami Deddy Corbuzier bisa menyebabkan kematian.

"Efek sitokin bisa merusak organ kita dan mengakibatkan kegagalan fungsi organ yang menyebabkan kematian," ungkapnya.

Mu'tasim juga menceritakan apa yang dialami artis Deddy Corbuzier bisa menimpa siapa saja, khususnya pada masyarakat yang tidak mau melakukan vaksinasi. Mu'tasim menceritakan kisah Deddy Coubuzier yang sudah dinyatakan negatif Covid-19, tetapi tiba-tiba mengalami badai sitokin yang menyebabkan dirinya kritis dan hampir meninggal. Oleh karena itu, Mu'tasim berharap kepada masyarakat yang takut atau fobia terhadap jarum suntik untuk melawan rasa takut tersebut. "Disuntik vaksin merasa sakit dan menjadi demam adalah hal yang wajar. Itu berarti vaksin yang disuntikkan ke dalam tubuh bekerja. Badan kita yang menerima vaksin akan membentuk antibodi sehingga terjadi penolakan dan pergolakan imun tubuh yang bisa menyebabkan demam dan nyeri pada bagian yang disuntik, tetapi hal tersebut wajar terjadi dan harus dihadapi. Jadi jangan berlebihan menolaknya," ungkap Mu'tasim.

Mu'tasim menyampaikan harapannya kepada masyarakat yang masih belum percaya adanya Covid-19 dan menganggapnya rekayasa, agar berfikir lebih realistis dan memikirkan kondisi riil saat ini. Yakni, Covid-19 telah mewabah dimana-mana dan bisa menyerang siapa saja.

Tags :
Kategori :

Terkait