*Kawat EWS Sederhana Putus
KANDANGSERANG - Gerakan tanah masih terus terjadi di Desa Bodas, Kecamatan Kandangserang, Kabupaten Pekalongan. Indikasinya bisa dilihat dari putusnya kawat early warning system sederhana yang dipasang tim ESDM Jateng.
"Kemarin tanggal 10 Januari, salah satu EWS yang dipasang provinsi itu kawatnya putus. Saking kencangnya sampai putus. Berarti masih ada gerakan tanah," ujar perangkat Desa Bodas Handoyo, kemarin.
Dengan putusnya kawat EWS tersebut, lanjut dia, pergerakan tanah kemungkinan masih ada.
"Masih ada ya mungkin. Karena EWS itu kawatnya putus. Yang di dekat musala itu. Selain itu, EWS yang di sebelah barat desa itu, malah sekarang bergeser. Tiangnya bergeser kurang lebih 1 meter. Dulu kan tepat di pinggir jalan, sekarang geser itu. Berarti kan masih ada gerakan tanah," kata dia.
Disinggung apakah ada penambahan kerusakan rumah dan fasilitas lainnya, ia menyebutkan tidak ada kerusakan rumah dan infrastruktur lainnya.
"Tapi ada lahan pertanian yang ambles. Retakan tanah untuk yang di dekat permukiman sudah ditutup. Kalau yang di pertanian belum," ungkap dia.
Dikatakan, rencananya pada tanggal 20 Januari berdasarkan informasi yang ia terima di desanya akan dipasang EWS.
"Kemarin dari Dinas Perkim Provinsi Jateng, BPBD Provinsi Jateng, bergabung dari kabupaten ke sini. Dari Perkim malah selama dua hari ke sini terus. Katanya sih rencana tanggal 20 mau dipasang EWS di tiga titik," terang dia.
Untuk titik-titik pemasangan EWS tersebut, ia mengaku belum mengetahuinya.
"Kalau untuk titik-titiknya nanti yang akan dipasang di mana belum bisa menentukan. Katanya mau konsultasi dan pemetaan dulu. Kemarin juga sempat dipantau dengan dron. Nah itu katanya mau dirembug dulu. Jadi belum tahu tiga titiknya di mana," ujar dia.
Sebelumnya diberitakan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pekalongan berencana memasang early warning system (EWS) di Desa Bodas, Kecamatan Kandangserang, pekan depan.
"Insya Allah rencana minggu depan nanti akan kita pasang. Nanti kita akan beritahu teman-teman (wartawan)," ujar Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pekalongan Budi Raharjo.
EWS rencananya akan dipasang di tiga titik di Desa Bodas. Pasalnya, di desa itu telah terjadi bencana tanah gerak.
"Untuk yang lainnya menggunakan anggaran kegiatan rutin. Kalau ini darurat pakai DTT," kata dia.